Kerinci, Aksarabrita.com // Sebuah video amatir yang beredar di media sosial kembali menyoroti buruknya akses jalan di Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci. Dalam rekaman itu, warga Desa Lubuk Tabun menandu jenazah Tamrin (68). Almarhum merupakan warga Desa Koto Mudik yang meninggal di ladangnya pada Selasa (09/12/25).
Pada Rabu pagi (10/12/2025), warga mulai membawa jenazah dari lokasi perladangan. Jalan menuju kawasan itu rusak berat. Hujan yang turun beberapa hari membuat jalur dipenuhi lumpur dan kubangan. Karena itu, warga harus berjalan hampir 10 kilometer menuju Dusun Sungai Tembang.
Selama perjalanan, warga melewati jalur licin dan sempit. Motor maupun mobil tidak bisa masuk ke lokasi. Akibatnya, warga hanya mengandalkan tandu darurat. Mereka bergiliran memikulnya sambil menembus medan terjal. Sesekali mereka mengeluh lelah, namun perjalanan tetap mereka lanjutkan.
Sesampainya di Dusun Sungai Tembang, warga memindahkan jenazah ke mobil double cabin. Mobil itu membawa jenazah sampai ke Desa Pungut Hilir, Kecamatan Air Hangat Timur. Setelah itu, warga kembali memindahkan jenazah ke ambulans untuk dibawa menuju rumah duka di Semurup.
Jalal, salah satu warga, mengkritik kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Ia mengatakan warga tidak memiliki pilihan lain. Jalan utama sudah lama rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. Ia juga menjelaskan bahwa banyak warga Lubuk Tabun menggantungkan hidup pada ladang di Renah Pemetik.
Selain itu, warga kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci agar segera memperbaiki akses menuju tiga desa terisolir. Mereka menilai kerusakan jalan yang terjadi bertahun-tahun menghambat banyak kegiatan, terutama saat keadaan darurat.
“Ini satu-satunya jalan kami. Kalau pemerintah tidak memperbaikinya, kejadian seperti ini akan terulang lagi,” kata Jalal.
Warga berharap pemerintah segera bertindak. Mereka ingin akses jalan kembali normal agar peristiwa menggotong jenazah sejauh berkilo-kilometer tidak terjadi lagi. (Tim)






