BANGKO, Aksarabrita.com — Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat komitmen meningkatkan kesejahteraan warga Suku Anak Dalam (SAD). Bupati Merangin M. Syukur menyalurkan bantuan keramba jaring apung, jaringan listrik gratis, dan bantuan sosial di kawasan Bendungan Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Senin (18/05/2026).
M. Syukur memimpin langsung penyerahan bantuan bersama unsur Forkopimda, Kapolres Merangin, Dandim, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Merangin.
Program bantuan tersebut meliputi Keramba Jaring Apung dari Kementerian Sosial RI, Bantuan Langsung Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), dan pemasangan instalasi listrik gratis untuk rumah warga SAD.
Kepala Dinas Sosial Merangin, A. Lazik mengatakan pemerintah memusatkan bantuan keramba apung bagi warga SAD di sekitar Bendungan Betuk agar masyarakat memiliki sumber penghasilan baru melalui budidaya ikan.
“Teknisi pemasangan sudah tiba dan segera memulai pekerjaan. Kami ingin warga SAD memiliki keterampilan baru dan ekonomi yang lebih baik,” ujar A. Lazik.
Dinas Sosial juga menggandeng Dinas Perikanan Merangin untuk memberikan pelatihan budidaya ikan secara rutin kepada penerima bantuan.
Selain bantuan usaha produktif, pemerintah menyalurkan bantuan PKH Triwulan II senilai sekitar Rp7 miliar kepada 11.047 penerima manfaat di Kabupaten Merangin.
Pemkab Merangin juga memasang jaringan listrik gratis senilai Rp24,5 juta untuk lima rumah warga SAD di Desa Pauh Menang.
Dalam arahannya, M. Syukur meminta warga SAD menjaga dan memanfaatkan seluruh bantuan dengan baik agar program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia menegaskan Bendungan Betuk harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk warga SAD.
“Kalau program ini berhasil, kawasan keramba akan terus kita tambah,” tegas M. Syukur.
Bupati juga mengajak warga meninggalkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan mulai fokus membangun masa depan keluarga melalui usaha yang legal dan berkelanjutan.
Di hadapan warga SAD, M. Syukur menaruh perhatian besar terhadap pendidikan anak-anak. Ia memastikan seluruh anak SAD harus memperoleh kesempatan sekolah yang sama tanpa hambatan biaya.
“Kalau tidak ada baju, tas, atau sepatu sekolah, saya yang siapkan. Anak-anak SAD harus sekolah sampai berhasil,” katanya.
M. Syukur bahkan berjanji mendorong anak-anak SAD melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Saya ingin anak-anak SAD bisa kuliah sampai S1 dan menjadi pemimpin masa depan Merangin,” ujarnya.
Bupati juga mengungkap rencana pembangunan Sekolah Rakyat berasrama dari pemerintah pusat dengan anggaran mendekati Rp300 miliar. Program tersebut akan memprioritaskan pendidikan anak-anak SAD dengan seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan yang ditanggung negara.
Menutup kegiatan itu, M. Syukur berjanji memperbaiki akses jalan menuju Bendungan Betuk agar sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar kembali berkembang. (***)







