Aksarabrita.com// Presiden terpilih Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program nasional Koperasi Merah Putih pada 12 Juli 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan koperasi.
Hingga awal Juni, sebanyak 78.384 desa dan kelurahan telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai tahap awal pendirian koperasi. Musdesus menjadi forum penting untuk menyepakati struktur, tata kelola, dan rencana kerja koperasi di tingkat desa.
Program Koperasi Merah Putih dipersiapkan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaannya berasal dari kontribusi masyarakat, swasta, dan skema gotong royong. Pemerintah menyebut pendekatan ini bertujuan menciptakan model pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada negara.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari masyarakat desa. Ini menunjukkan semangat kemandirian ekonomi masih sangat kuat,” kata Juru Bicara Tim Persiapan Nasional Koperasi Merah Putih, Dwi Harjanto, Selasa (4/6/2025).
Koperasi Merah Putih tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga diarahkan menjadi wadah pengelolaan potensi desa di bidang pertanian, perikanan, UMKM, hingga pariwisata.
Acara peresmian akan dipusatkan di Jakarta dan disiarkan secara nasional ke seluruh desa peserta. Prabowo direncanakan menyampaikan pidato resmi tentang pentingnya koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat.
Pemerintah menargetkan Koperasi Merah Putih bisa mulai aktif menjalankan fungsi ekonomi pada akhir 2025. Program ini juga ditargetkan menjadi instrumen penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebanyak 18 provinsi tercatat belum mencapai 100% pelaksanaan Musdesus. Berikut data lengkap progres pelaksanaan Musdes








