Home / Daerah / Sungai Penuh

Sabtu, 18 April 2026 - 16:18 WIB

Antusias! Warga Koto Baru Melemang Menyambut Kenduri Sko

Antusias! Warga Koto Baru Melemang Menyambut Kenduri Sko

Antusias! Warga Koto Baru Melemang Menyambut Kenduri Sko

Koto Baru – Tradisi melemang merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Kenduri Sko di Kerinci dan Sungai Penuh. Kegiatan ini berupa proses memasak beras ketan yang dicampur santan di dalam bambu, lalu dibakar hingga matang menjadi lemang.
Lebih dari sekadar kuliner, melemang memiliki makna mendalam sebagai simbol kesakralan, rasa syukur, dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dilestarikan hingga kini.


Antusias Kenduri Sko Perdana di Kecamatan Koto Baru
Kecamatan Koto Baru akan melaksanakan Kenduri Sko pertama dalam sejarahnya, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026. Momen ini disambut dengan antusias tinggi oleh masyarakat dari berbagai desa.


Warga terlihat aktif bergotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan acara, termasuk tradisi melemang yang menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Semangat kebersamaan begitu terasa, menandakan kuatnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan kenduri tersebut.
Salah seorang warga mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas terselenggaranya acara ini.
“Ini momen bersejarah selama hidup saya. Umur saya sudah 50 tahun, dan ini pertama kalinya Kenduri Sko dilaksanakan. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini terus dilaksanakan sebagai bagian dari menjaga budaya leluhur kita,” ujarnya.
Makna dan Nilai Tradisi Melemang

  1. Lambang Kebersamaan
    Melemang dilakukan secara gotong royong oleh warga desa. Proses ini mencerminkan kuatnya nilai persatuan, kekompakan, dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
  2. Hidangan Wajib dalam Kenduri Sko
    Dalam setiap pelaksanaan Kenduri Sko, lemang menjadi sajian yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan, acara dianggap belum lengkap tanpa kehadiran lemang sebagai simbol adat yang dijunjung tinggi.
  3. Bagian dari Prosesi Adat
    Tradisi melemang tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai rangkaian acara adat, seperti:
    Pengukuhan gelar adat (Depati, Pemangku dan Ninik Mamak)
    Penurunan benda pusaka
    Perayaan hasil panen
    Biasanya, setiap warga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan sekitar lima batang lemang sebagai bentuk kontribusi dan kebersamaan.
  4. Prosesi dan Pembagian Lemang
    Di wilayah Kecamatan Koto Baru, masyarakat memasak lemang secara bersama-sama dalam jumlah besar. Setelah matang, lemang kemudian dibagikan kepada tamu undangan sebagai bentuk penghormatan dan simbol silaturahmi.
Baca Juga :  Mulut Tetap Segar Saat Puasa! Ini Cara Ampuh Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Tradisi melemang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh yang masih terjaga dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga menjadi sarana menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Dengan demikian, melemang dalam Kenduri Sko bukan sekadar tradisi memasak, melainkan wujud nyata nilai kebersamaan, adat, dan budaya yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam momentum bersejarah Kenduri Sko perdana di Kecamatan Koto Baru.

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua DPRD Hadiri Hut Bank Jambi Ke 61 Tahun 2024
Dandim 0417/Kerinci dan Bupati Cek Banjir, Siap Bantu Warga

Daerah

Dandim 0417/Kerinci dan Bupati Cek Banjir, Siap Bantu Warga

Batang Hari

Mutasi Polri: 6 Brigjen Pol Dipromosikan Kapolri

Daerah

Wako Ahmadi Pimpin Apel Siaga Bencana di Kota Sungai Penuh

Daerah

Dandim Kerinci Pimpin Upacara 17-an dan Beri Penghargaan Babinsa Berprestasi
Beasiswa Sungai Penuh Juara Ditargetkan Cair Awal September

Daerah

Beasiswa Sungai Penuh Juara Cair Awal September

Daerah

Polres Bungo Tangkap Dua Pengedar Sabu, Barang Bukti Capai 1 Kg

Daerah

Novra Wenti  Murison Pimpin Rapat Perdana TP PKK Kerinci, Tegaskan Pentingnya Sinergi Organisasi Perempuan