Kesehatan, Aksarabrita.com // Penyakit rematik memang tidak bisa sembuh total, namun penanganan yang tepat bisa memperlambat tingkat keparahannya dan membantu penderitanya tetap menjalani aktivitas sehari-hari.
Rematik atau artritis merupakan penyakit peradangan pada sendi. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang bagian sendi yang sehat, sehingga timbul nyeri dan peradangan.
Penderita rematik perlu memahami faktor risiko dan segera mengendalikan gejala agar rematik tidak berkembang lebih buruk. Pemeriksaan dan pengobatan dini membantu tubuh tetap aktif tanpa gangguan pada sendi.
Penderita rematik biasanya merasakan keluhan pada sendi berupa:
- Nyeri sendi
- Kekakuan sendi
- Pembengkakan
- Kulit sendi kemerahan dan terasa hangat
- Kesulitan menggerakkan bagian tubuh tertentu
Gejala sistemik yang bisa muncul:
- Mudah lelah
- Nafsu makan menurun hingga menyebabkan berat badan turun
- Demam tanpa sebab jelas
Siapa pun yang mengalami gejala di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam agar penanganan berlangsung lebih cepat dan hasilnya lebih optimal.
Dokter akan menggali riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, lalu merekomendasikan pemeriksaan penunjang berikut:
1. Tes Darah
Dokter menilai kadar asam urat, penanda peradangan, serta antibodi rematik untuk mengetahui penyebab pasti rematik.
2. Pemeriksaan Pemindaian
Dokter dapat meminta pemeriksaan rontgen, MRI, USG, atau CT-Scan untuk melihat penumpukan cairan dan perubahan bentuk pada sendi.
3. Pemeriksaan Cairan Sendi
Analisis cairan sinovial membantu dokter mengetahui penyebab peradangan pada sendi.
Setelah hasil diagnosis keluar, dokter akan menentukan rencana penanganan berdasarkan jenis rematik, tingkat keparahan, dan gejala pasien.
Tujuan penanganan rematik:
✔ Mengurangi hingga menghilangkan keluhan
✔ Meningkatkan fungsi sendi agar aktivitas tetap lancar
1. Obat Antinyeri
Dokter meresepkan obat sesuai kebutuhan pasien, di antaranya:
- OAINS (obat antiinflamasi non-steroid) untuk nyeri ringan–sedang
- Kortikosteroid untuk nyeri berat
- DMARD (obat antirematik) untuk rematik yang berkaitan dengan psoriasis
2. Fisioterapi
Terapi fisik dan terapi okupasi meningkatkan kekuatan sendi dan otot sehingga keluhan nyeri berangsur hilang dan aktivitas tetap berjalan normal.
3. Suplemen dan Vitamin
Vitamin A, C, E, D, K, serta omega-3 membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki fungsi sendi.
4. Tindakan Operasi
Jika obat dan fisioterapi tidak lagi efektif, dokter dapat menyarankan tindakan operasi untuk memperbaiki sendi yang rusak berat.
Penanganan rematik sedini mungkin mencegah komplikasi dan membantu pasien mempertahankan fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Rematik yang dibiarkan berkembang tanpa terapi dapat:
- Mengubah struktur tulang
- Menghambat bahkan menghentikan aktivitas fisik
- Merusak sendi secara permanen hingga menyebabkan disabilitas
Selain itu, komplikasi rematik dapat merusak jantung, mata, paru, hingga otak.
Rematik tidak bisa sembuh total, tetapi penanganan sejak dini dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah kerusakan sendi permanen. Jika penderita mengikuti arahan dokter, gejala rematik bisa terkendali dan kualitas hidup tetap terjaga. (**)









