BERITA VIRAL // Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap fakta baru soal sumber air Aqua. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik PT Tirta Investama Subang, Dedi menemukan bahwa perusahaan tersebut mengambil air dari sumur bor sedalam 100–130 meter, bukan dari mata air pegunungan seperti yang tampil dalam iklan.
Temuan itu langsung memicu reaksi keras dari publik. Sejak Rabu (22/10/2025), ribuan warganet menyerbu kolom komentar akun Instagram resmi @sehataqua dengan kritik dan sindiran pedas.
“Selama ini Aqua bilang dari air pegunungan, ternyata dari sumur,” tulis akun @mrrachman77.
“Kena prank kita cuy,” komentar @moneterlydia.
“Untungnya banyak banget,” tambah @ale_manz_ale.
Dedi mengaku terkejut setelah melihat proses produksi air di lokasi. Ia menyebut, pabrik tersebut menyedot 2,8 juta liter air tanah setiap hari tanpa membayar biaya pengambilan air.
“Kalau pabrik semen, tekstil, atau otomotif harus beli bahan baku. Tapi perusahaan ini mengambil air secara gratis,” ujar Dedi.
Ia menilai praktik itu bisa menimbulkan kerusakan lingkungan serius, seperti penurunan muka tanah, potensi longsor, dan krisis air di sekitar pabrik.
“Jangan biarkan air diangkut dan dijual mahal, sementara masyarakat sekitar kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Dedi meminta dinas terkait meninjau ulang izin pengambilan air tanah serta operasional pabrik Aqua di Subang. Ia menegaskan, setiap perusahaan wajib menjaga kelestarian lingkungan dan menunaikan tanggung jawab sosial kepada warga sekitar. (Fh)






