Kesehatan, Aksarabrita.com // Gejala sakit ginjal sering mirip penyakit lain, sehingga banyak orang terlambat menyadari dan menanganinya. Dengan mengenali tanda-tanda awal, penyakit ginjal bisa diatasi lebih cepat dan risiko komplikasi berkurang.
Batu ginjal, infeksi ginjal, dan radang ginjal termasuk jenis penyakit ginjal yang umum terjadi. Penyakit ini mengganggu fungsi ginjal dalam menghasilkan urine dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Tanpa penanganan dini, sakit ginjal bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk gagal ginjal atau kematian.
Di Indonesia, lebih dari 42.000 orang meninggal setiap tahun akibat sakit ginjal. Karena itu, jangan abaikan gejala ginjal meski keluhan awal tampak ringan.
Gejala sakit ginjal bervariasi, tergantung tahap penyakit. Penderita ginjal akut bisa mengalami gejala berat, sementara penderita ginjal kronis mungkin tidak merasakan tanda apa pun sampai kondisi parah. Berikut gejalanya:
- Sering buang air kecil
Penderita sering buang air kecil, terutama di malam hari, karena ginjal kehilangan kemampuan menyaring racun dan kotoran. - Tidak buang air kecil sama sekali
Kondisi ginjal parah menyebabkan produksi urine sangat sedikit atau berhenti total, sehingga pasien membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal. - Tangan dan kaki bengkak
Cairan menumpuk akibat fungsi ginjal menurun, menimbulkan bengkak di tangan, kaki, betis, pergelangan kaki, wajah, atau sekitar mata. - Urine berdarah
Sel darah bocor ke kandung kemih, sehingga urine terlihat bercampur darah. - Urine berbusa
Protein albumin yang tinggi dalam urine menandakan ginjal gagal menyaring racun dan zat sisa dengan baik. - Mudah lelah
Penumpukan racun dan zat sisa membuat tubuh cepat lelah sepanjang hari. - Susah tidur di malam hari
Rasa tidak nyaman akibat racun dalam darah mengganggu tidur malam, sehingga memperburuk fungsi tubuh dan risiko gagal ginjal. - Kram otot
Ketidakseimbangan natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lain memicu kram otot, terutama di kaki. - Mual dan muntah
Gangguan ginjal menyebabkan mual dan muntah yang menurunkan nafsu makan, sehingga berat badan bisa turun drastis. - Kulit kering dan gatal
Ginjal gagal menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi darah, memicu kulit kering, gatal, dan masalah tulang. - Sulit berkonsentrasi dan mengingat
Racun yang menumpuk memengaruhi otak, menyebabkan pusing, sulit fokus, dan menurunkan daya ingat. - Bau mulut
Uremia akibat ginjal tidak menyaring limbah dengan baik menimbulkan bau mulut dan rasa logam.
Faktor risiko penyakit ginjal meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, merokok, dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal. Untuk mencegah ginjal semakin rusak, lakukan langkah berikut:
- Kendalikan kondisi risiko seperti diabetes dan hipertensi
- Hindari merokok
- Konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi per hari
- Kurangi makanan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula
- Pilih sumber protein sehat seperti kacang-kacangan, ikan, telur, dan daging
- Batasi alkohol
- Pertahankan berat badan ideal
- Rutin olahraga minimal 150 menit per minggu
- Gunakan obat pereda nyeri secukupnya
Jika Anda memiliki risiko tinggi atau mengalami gejala di atas, segera periksa ginjal melalui tes darah dan urine. Penanganan dini membantu mencegah komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal permanen, anemia, patah tulang, dan gangguan sistem saraf pusat.









