Aksarabrita.com – Indonesia menempati posisi teratas dalam pertumbuhan belanja militer di Asia Tenggara periode 2024–2025. Kenaikan anggaran pertahanan mencapai 27,6 persen dan mengungguli negara lain di kawasan.
Data dari Stockholm International Peace Research Institute menunjukkan Indonesia memimpin pertumbuhan belanja militer di ASEAN. Laporan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat pertama dengan kenaikan 27,6 persen.
Vietnam menyusul di posisi kedua dengan pertumbuhan 27,1 persen. Filipina menempati posisi ketiga dengan 14,7 persen. Singapura berada di urutan keempat dengan 10,3 persen, diikuti Timor Leste sebesar 9,4 persen.
Malaysia mencatat pertumbuhan 3,8 persen dan menempati posisi berikutnya. Thailand hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,8 persen. Kamboja justru mengalami penurunan belanja militer sebesar -0,6 persen dan menjadi satu-satunya negara dengan tren negatif.
Pemerintah Indonesia terus meningkatkan anggaran pertahanan untuk memperkuat sistem keamanan nasional. Program modernisasi alat utama sistem persenjataan dan peningkatan kapasitas militer menjadi fokus utama.
Kenaikan belanja militer di kawasan ASEAN juga mencerminkan meningkatnya perhatian negara-negara terhadap stabilitas regional. Dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik mendorong setiap negara memperkuat pertahanan masing-masing.
Daftar Pertumbuhan Belanja Militer ASEAN 2024–2025:
Indonesia – 27,6%
Vietnam – 27,1%
Filipina – 14,7%
Singapura – 10,3%
Timor Leste – 9,4%
Malaysia – 3,8%
Thailand – 0,8%
Kamboja – -0,6%

Sumber Referensi:
Stockholm International Peace Research Institute Military Expenditure Database
GoodStats (olah data SIPRI)








