Home / Game

Rabu, 26 November 2025 - 10:10 WIB

Kontrasepsi Hormonal Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Kontrasepsi Hormonal Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Kontrasepsi Hormonal Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Kesehatan, Aksarabrita.com // Banyak perempuan langsung cemas ketika mendengar isu bahwa kontrasepsi hormonal memicu kanker payudara. Kekhawatiran itu wajar, tetapi kamu perlu memahami data ilmiah supaya tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Kanker payudara muncul ketika sel payudara tumbuh tidak terkendali dan menyebar ke bagian tubuh lain. Gejalanya meliputi benjolan, perubahan kulit, perubahan bentuk puting, hingga keluarnya cairan yang tidak normal.

Data Globocan 2022 mencatat 408.661 kasus kanker baru di Indonesia, termasuk 66.271 kasus kanker payudara. Tenaga kesehatan juga menemukan sekitar 70% kasus pada stadium lanjut, sehingga perempuan Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini.

Kontrasepsi hormonal bekerja dengan mengatur hormon reproduksi wanita, terutama estrogen dan progestin. Metode ini: menghentikan proses ovulasi, menipiskan lapisan rahim, dan mengentalkan lendir serviks agar sperma lebih sulit masuk.

Baca Juga :  Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini Klaim Primogem Gratis

Jenis metode hormonal yang paling umum:

Pil KB kombinasi, pil progestin, suntik KB, implan, dan IUD hormonal.

Menurut Kemenkes RI 2021, perempuan Indonesia lebih banyak memilih metode hormonal: 48,5% memakai suntik KB, 26,6% memakai pil, dan 9,2% memakai implan.

Penelitian besar oleh New England Journal of Medicine yang melibatkan 1,8 juta perempuan menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko relatif kanker payudara sebesar 1,09–1,38 kali. Risiko ini naik apabila perempuan memakai KB hormonal dalam waktu lebih lama.

Namun, angka absolutnya tetap kecil. Dalam kelompok 10.000 perempuan yang memakai KB hormonal selama 10 tahun, hanya muncul sekitar 13 kasus tambahan dibandingkan kelompok yang tidak memakai.

Baca Juga :  Wako Alfin Tunjukkan Kepemimpinan Tanggap di Tengah Efisiensi Anggaran: Program Prioritas Tetap Jalan

Kontrasepsi hormonal juga menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrium, sehingga manfaatnya tetap kuat.

Hormon sintetis dalam KB bekerja pada reseptor hormon di sel payudara. Hormon itu dapat merangsang pertumbuhan sel, terutama bila perempuan memakai kontrasepsi dalam waktu sangat panjang. Risiko ini bergantung pada: jenis hormon, usia, kondisi genetik, dan riwayat kesehatan.

Penelitian Kuhl (2023) menunjukkan bahwa risiko tertinggi justru muncul pada terapi hormon pascamenopause, bukan pada dosis kontrasepsi wanita muda. (Fh)

Share :

Baca Juga

Daerah

PJ Bupati Kerinci Lantik Pejabat eselon III dan IV
Kode Redeem Free Fire Combo Skill Free Fire Auto Booyah yang Dipakai Pro Player

Game

Kode Redeem Free Fire Combo Skill Free Fire Auto Booyah yang Dipakai Pro Player

Daerah

Wako Ahmadi Zubir Pimpin Rapat Forum Komunikasi BPJS Kesehatan

Daerah

Panwascam Lantik 28 Pengawas TPS se-Kecamatan Koto Baru

Daerah

Dugaan Korupsi Dana Desa, Rumah Kades Muara Hemat Digeledah

Daerah

Wako Alfin Hadiri Tabligh Akbar 1 Muharam

Game

Ketua DPRD Hutri Randa Pimpin Paripurna I Penyampaian Ranperda APBD Tahun 2024

Daerah

Bupati Monadi Buka Turnamen Bupati Cup II, Turut Berlaga di Laga Eksebisi