Aksrabrita.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan simbol pengorbanan. Tradisi ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat nilai sosial dan spiritual melalui penyembelihan hewan kurban.
Di Indonesia, sapi dan kambing merupakan hewan kurban yang paling umum dipilih masyarakat. Namun, masih banyak yang mempertanyakan ketentuan mengenai jumlah orang yang diperbolehkan berkurban atas nama satu ekor hewan, khususnya dalam perbedaan antara sapi dan kambing.
Kurban Sapi: Maksimal Tujuh Orang
Menurut syariat Islam, seekor sapi dapat dikurbankan atas nama maksimal tujuh orang. Ketentuan ini memberikan kemudahan bagi umat Muslim yang ingin berkurban secara kolektif, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana.
Dasar hukumnya bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah:
“Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)
Berdasarkan hadits tersebut, para ulama sepakat bahwa kurban sapi boleh dilakukan secara patungan oleh tujuh orang. Ini membuka peluang lebih luas bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban.
Kurban Kambing: Hanya untuk Satu Orang
Berbeda halnya dengan sapi, seekor kambing hanya sah dikurbankan atas nama satu orang. Para ulama sepakat bahwa tidak diperbolehkan berpatungan untuk kambing, karena hewan ini ditetapkan sebagai hewan kurban individual.
Meski begitu, seseorang yang berkurban kambing tetap dapat meniatkan pahala kurbannya untuk seluruh anggota keluarganya. Ini menunjukkan bahwa ibadah kurban meskipun bersifat personal, tetap mencerminkan kasih sayang dan kepedulian terhadap keluarga.
Pentingnya Pemahaman Syariat dalam Kurban
Pemahaman yang benar mengenai ketentuan jumlah peserta dalam kurban sangat penting agar pelaksanaannya sesuai dengan syariat. Mengetahui perbedaan ketentuan antara hewan kurban membantu umat Islam menghindari kekeliruan yang bisa membatalkan keabsahan ibadah.
Dengan pemahaman yang tepat, umat Islam dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih khusyuk, penuh kesadaran, serta meraih pahala yang maksimal. Ibadah ini pun menjadi sarana untuk menumbuhkan keikhlasan dan memperkuat solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari. (Tim)





