Home / Daerah / Kerinci / Sungai Penuh

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:21 WIB

Status Waspada: BBTNKS Tutup Seluruh Jalur Gunung Kerinci

Status Waspada: BBTNKS Tutup Seluruh Jalur  Gunung Kerinci

Status Waspada: BBTNKS Tutup Seluruh Jalur Gunung Kerinci

Kerinci, Aksarabrita.com // Seluruh aktivitas wisata dan pendakian di Gunung Kerinci resmi ditutup sementara mulai Selasa, 6 Januari 2026. Kebijakan ini dikeluarkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) setelah menerima laporan resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai peningkatan aktivitas kegempaan di gunung api tertinggi di Sumatra tersebut.

Penutupan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor: PG.07/T.1/BPTK/KSDA.04.01/BTNK/2026 yang ditandatangani oleh Plh. Kepala Balai Besar BBTNKS, Delfi Andra, S.P., M.Si., pada 6 Januari 2026.

Dalam laporan Badan Geologi, aktivitas vulkanik Gunung Kerinci menunjukkan peningkatan signifikan sejak akhir Desember 2025. Puncak lonjakan terjadi pada 4 Januari 2026, ketika instrumen seismik mencatat:

  • 101 kali gempa vulkanik dangkal
  • 14 kali gempa vulkanik dalam
  • 27 kali gempa hembusan
  • 21 kali gempa frekuensi rendah
  • 21 kali gempa tektonik lokal
  • 1 kali gempa hybrid
  • 1 kali gempa tektonik jauh
Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Aktif Hari Ini, 25 Juni 2025: Segera Klaim dan Dapatkan Hadiah Menarik 

Bahkan satu di antaranya terasa dengan intensitas II MMI. Kondisi ini menunjukkan adanya proses migrasi fluida dan peretakan batuan di bawah permukaan.

Secara visual, Gunung Kerinci memang tidak selalu menunjukkan letusan besar. Namun, hembusan gas serta aktivitas internal yang meningkat membuat risiko erupsi tiba-tiba tetap perlu diwaspadai.

Hingga kini, Gunung Kerinci berada pada Status Level II (Waspada). Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

Larangan ini diberlakukan untuk mencegah risiko:

  • paparan gas vulkanik berkadar tinggi
  • lontaran batu pijar
  • hujan abu
  • serta potensi lahar saat hujan deras

Sebagai tindak lanjut, BBTNKS menutup dua jalur resmi pendakian:

  • Jalur R.10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci (Jambi)
  • Jalur Camping Ground Bukit Bontak, Kabupaten Solok Selatan (Sumatra Barat)
Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Rilis 1 Menit Lalu, Klaim Hadiah Hari Ini

Penutupan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Selain alasan keselamatan, pihak taman nasional juga menemukan meningkatnya sampah anorganik di jalur pendakian setelah libur Natal dan Tahun Baru, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut.

BBTNKS meminta seluruh pihak untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak memaksakan diri mendaki atau beraktivitas di zona bahaya.

Masyarakat juga diminta untuk memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi, seperti:

  • Aplikasi Magma Indonesia
  • PVMBG – Badan Geologi
  • Pos PGA Gunung Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kayu Aro

Dalam pengumuman resminya, BBTNKS menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk menjamin keselamatan pengunjung dan warga sekitar. (Tim)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Kapolres Turun ke Lokasi Longsor Kayu Aro dan Bantu Pencarian Korban
Wali Kota Alfin Tegaskan Penguatan PAD dalam Seminar Kajian Penerimaan Daerah

Daerah

Wali Kota Alfin Tekankan Penguatan PAD Seminar Kajian

Daerah

Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya, Datangi Posko Evakuasi Rombongan Kapolda Jambi

Daerah

Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh imbau Partai Politik Tertibkan APK Yang Tidak Sesuai Aturan
Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro Warisan Hijau Kerinci

Daerah

Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro, Warisan Hijau Kerinci

Batang Hari

Kemendes PDT Siap Bersinergi, Percepat Elektrifikasi Ribuan Desa Terpencil dengan Energi Surya

Daerah

Bupati Monadi Dukung Penuh Koperasi Merah Putih di Kerinci
Kursi Dewas Perumda Tirta Khayangan Masuk Babak Akhir

Daerah

Kursi Dewas Perumda Tirta Khayangan Masuk Babak Akhir