Viral, Aksarabrita.com // Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, membuka persoalan serius di lingkungan sekolah. Agus Saputra, guru di sekolah tersebut, mengungkap bahwa insiden pengeroyokan muncul sebagai puncak dari perundungan yang ia alami selama bertahun-tahun.
Agus menjelaskan, para siswa terus melontarkan perundungan verbal selama dua hingga tiga tahun terakhir. Hampir seluruh siswa laki-laki dalam satu kelas ikut melakukan tindakan tersebut.
“Bukan satu atau dua orang. Hampir satu kelas melakukan itu kepada saya,” ujar Agus, Rabu (14/1/2026).
Selama sekitar 15 tahun mengajar, Agus memilih bertahan dan menahan diri. Ia berharap situasi berubah seiring pergantian siswa setiap tahun. Namun, perundungan tetap berulang dengan pola yang sama.
“Kalau hanya satu atau dua minggu mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi ini terjadi bertahun-tahun. Murid berganti, perlakuannya tetap,” katanya.
Puncak Kejadian di Sekolah
Situasi memuncak pada Selasa lalu. Agus mengambil tindakan tegas terhadap seorang siswa sebagai bentuk pembinaan. Dalam momen itu, ia mengakui sempat menampar siswa tersebut.
Agus menegaskan, sepanjang kariernya sebagai pendidik di SMK Negeri 3 Berbak, ia baru pertama kali melakukan tindakan tersebut.
“Ini kejadian pertama seumur hidup saya mengajar,” ucapnya.
Tak lama setelah itu, suasana berubah ricuh. Sejumlah pihak kemudian mengeroyok Agus hingga ia mengalami kekerasan. Video kejadian itu menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.
Melapor ke Diknas Provinsi Jambi
Setelah kejadian tersebut, Agus bersama keluarganya mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Ia melaporkan peristiwa pengeroyokan itu sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap institusi tempatnya mengabdi.
“Saya bagian dari dinas pendidikan. Pimpinan harus mengetahui kejadian ini,” ujarnya.
Agus berharap semua pihak melihat kasus ini secara utuh. Ia meminta perhatian tidak hanya tertuju pada satu insiden, tetapi juga pada perundungan yang ia alami selama bertahun-tahun hingga akhirnya memicu konflik.
“Saya sudah berusaha bertahan. Tapi kejadian kemarin benar-benar sudah melampaui batas,” pungkasnya. (Tim)









