Tanjab Barat, Aksarabrita.com // Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, menekankan pentingnya transformasi digital dalam kuliah umum di Universitas Jambi, Sabtu (25/10). Ia memaparkan bagaimana pelayanan publik dan administrasi yang sebelumnya manual kini beralih ke sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Dr. Katamso juga menyoroti capaian positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanjung Jabung Barat, dari 68,16 pada 2021 menjadi 72,01 pada 2024, berkat digitalisasi di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Prof. Shofia Amin, S.E., M.Si., membuka kuliah umum secara resmi. Dr. Zulfiana Adriani, S.E., M.Si., beserta jajaran dosen dan mahasiswa pascasarjana Universitas Jambi hadir dalam kegiatan tersebut. Selain Wakil Bupati, kuliah umum ini menghadirkan Rismawati Gulo, CEO PT Yomi Anugerah Wijaya, dan Andy Ismail, S.Kom, M.M., CEO Lensetek Internasional sekaligus dosen Universitas Darwan Ali, yang menyampaikan materi secara daring.
Dalam pemaparannya, Dr. Katamso menekankan pentingnya masyarakat dan aparatur pemerintah mengubah pola pikir dan perilaku di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat. Ia memberi contoh bagaimana proses pelayanan dan administrasi yang dulunya manual kini menggunakan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
“Dulu, saat kami kuliah di Universitas Jambi, semua urusan masih manual. Bahkan kami membeli tiket bus ke kampus langsung di loket, dan sering terjadi pemalsuan. Sekarang kami membeli tiket, melaporkan kegiatan, dan membayar gaji menggunakan sistem elektronik,” ujar Dr. Katamso.
Wakil Bupati menambahkan, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator dalam digitalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien. Ia memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat meningkat dari 68,16 pada 2021 menjadi 72,01 pada 2024 berkat digitalisasi di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Dr. Katamso menjelaskan, digitalisasi membantu pemerintah mengolah data secara akurat untuk merumuskan kebijakan. Ia juga menekankan bahwa banyak masyarakat masih belum melek digital, sehingga pemerintah dan akademisi perlu bekerja sama untuk mengatasinya.
Di akhir pemaparan, Dr. Katamso menyimpulkan empat poin utama transformasi digital di tingkat daerah:
- Dorongan global mendorong seluruh kegiatan pemerintahan berbasis data.
- Masyarakat menuntut pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan efisien.
- Pemerintah mendorong masyarakat agar lebih adaptif terhadap teknologi digital.
- Daerah menghadapi keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan literasi digital.
Melalui kuliah umum ini, pemerintah, dunia usaha, dan akademisi diharapkan menjalin sinergi untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, khususnya di Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (Fh)








