Viral, Aksarabrita.com // Puluhan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti pada Jumat (30/1/2026) setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa datang dengan keluhan muntah, diare, lemas, dan gemetar. Hingga Sabtu (31/1/2026) pagi, jumlah korban melonjak menjadi sekitar 100 lebih pelajar, mulai dari KB/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Puluhan di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), langsung mendatangi RSUD Ahmad Ripin Sengeti untuk memantau kondisi siswa dan menjamin biaya pengobatan.
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami. Seluruh korban dirawat gratis, ditanggung pemerintah daerah,” tegas BBS.
Orang tua salah satu siswa menceritakan anaknya mengalami muntah, diare, dan badan lemas setelah menyantap makanan MBG di sekolah. Pihak sekolah dan dinas terkait pun sedang menelusuri penyebab kejadian serta menarik sisa makanan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, membenarkan peningkatan jumlah pasien yang signifikan dalam waktu singkat. Pihak rumah sakit masih memberikan penanganan medis intensif bagi korban. Sementara itu, pengelola MBG dan pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.
Kasus dugaan keracunan massal ini menimbulkan perhatian serius terkait pengawasan dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah dan pihak sekolah diharapkan meninjau kembali prosedur penyediaan makanan agar tujuan program, yakni menghadirkan makanan sehat bagi siswa, tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang. (Tim)







