Aksarabrit.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan mandi sunnah sebelum menunaikan salat Id. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa terdapat perbedaan redaksi niat antara laki-laki dan perempuan.
Meski terlihat sederhana, niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah. Kesalahan dalam memahami niat bisa membuat seseorang ragu terhadap kesempurnaan ibadah yang dilakukan.
Dalam ajaran Islam, mandi sunnah Idulfitri dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan dengan keadaan bersih dan suci, sebagaimana dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Perbedaan Niat Mandi Idulfitri
Berikut niat mandi sunnah Idulfitri yang perlu diketahui:
Untuk Pria
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla li ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Untuk Wanita
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla li ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Secara makna, keduanya sama, yakni berniat mandi sunnah untuk Idulfitri karena Allah Ta’ala. Perbedaan hanya terletak pada penyesuaian bahasa untuk subjek laki-laki dan perempuan.
Tata Cara Mandi Sunnah Idulfitri
Agar ibadah semakin sempurna, berikut tata cara mandi Idulfitri sesuai sunnah:
Membaca niat mandi sunnah Idulfitri
Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali
Membersihkan area kemaluan menggunakan tangan kiri hingga bersih dari najis
Mencuci tangan kembali menggunakan sabun
Berwudhu seperti hendak salat
Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali
Membersihkan rambut hingga ke sela-sela
Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri
Menyempurnakan mandi seperti biasa
Waktu Pelaksanaan
Mandi sunnah Idulfitri dapat dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat salat Id, baik sebelum maupun setelah salat Subuh.
Dengan memahami niat dan tata cara yang benar, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah Idulfitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.









