Aksarabrita.com – Pemerintah Kabupaten Merangin memulai penjualan hasil panen jagung ke Perum Bulog melalui program penguatan ketahanan pangan. Bupati M Syukur menyampaikan bahwa panen perdana menghasilkan 5,6 ton jagung pipilan. Pemerintah daerah menyalurkan 3,6 ton ke Bulog dan menjual dua ton kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, tim menanam jagung di lahan Balai Benih Unggul (BBU) Margoyoso seluas sekitar empat hektare. Pemerintah daerah terus menyiapkan panen lanjutan karena total lahan di kawasan tersebut mencapai 27 hektare.
Pemerintah juga mengembangkan penanaman jagung di BBU Sungai Manau, BBU Lembah Masurai, dan BBU Jangkat untuk meningkatkan produksi secara bertahap. Langkah ini menargetkan peningkatan pasokan jagung daerah dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Mujiburrahman menjelaskan bahwa tim memanfaatkan lahan eks kebun sawit dan karet untuk penanaman jagung. Ia menilai kondisi tanah yang masih keras membuat hasil panen belum maksimal.
Ia juga menyebut tim menghadapi kendala drainase dan riwayat banjir di lokasi tersebut. Meski begitu, tim terus memperbaiki kondisi lahan dan mengatur pola tanam secara bertahap.
Dinas terkait menurunkan kadar air jagung hingga di bawah 14 persen agar memenuhi standar Bulog. Tim menggunakan bibit unggul jenis Bisi Dua untuk menjaga kualitas hasil panen.
Bulog membeli jagung dengan harga Rp6.400 per kilogram. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi seiring perluasan lahan dan perbaikan infrastruktur pertanian. (***)





