Home / Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:43 WIB

Deklarasi Akbar, Pelajar Jambi Tolak Radikalisme dan Bullying

Ribuan Siswa Jambi Kompak Tolak Radikalisme dan Bullying

Ribuan Siswa Jambi Kompak Tolak Radikalisme dan Bullying

JAMBI, Aksarabrita.com – Ribuan pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Provinsi Jambi memadati GOR Kota Baru, Kamis (07/05/2026). Mereka mengikuti deklarasi akbar untuk menolak radikalisme, komunitas menyimpang, serta aksi perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Gubernur Jambi Al Haris hadir langsung bersama Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Para pelajar menyuarakan penolakan terhadap paham IRET yang mencakup intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Mereka juga menolak pengaruh TCC (True Crime Community) serta praktik bullying di sekolah.

Al Haris menegaskan kegiatan ini membekali generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal negatif. Ia mendorong pelajar menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan.

“Generasi muda Jambi harus berdiri sebagai benteng persatuan. Kalian jangan terpengaruh radikalisme, kekerasan, maupun pergaulan yang merusak masa depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari OTDA Ke 27 dan Hardiknas Tahun 2023

Ia juga menekankan peran sekolah dalam membentuk karakter, menanamkan toleransi, serta memperkuat semangat kebangsaan. Menurutnya, pelajar harus menjaga diri dari narkoba, kekerasan, dan paham terorisme.

“Kalian harus cinta Indonesia dan tanah air. Jangan ada sikap anti NKRI karena kalian aset bangsa,” lanjutnya.

Al Haris mengingatkan tantangan generasi muda semakin berat di era digital. Ia meminta pelajar bijak menggunakan teknologi dan selektif dalam pergaulan.

“Kita harus tegas menolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Hindari bullying dan jangan salah memilih lingkungan,” ujarnya.

Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar menyoroti ancaman radikalisme yang kini menyasar anak muda melalui ruang digital. Ia menjelaskan pengaruh tersebut masuk melalui media sosial, game online, hingga platform digital.

Baca Juga :  Wabup Katamso Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

“Radikalisme tidak lagi datang secara langsung. Anak-anak bisa terpapar melalui aktivitas digital sehari-hari,” jelasnya.

Ia mengungkapkan data yang menunjukkan ratusan anak di Indonesia terpapar paham radikal melalui media digital, termasuk dari platform permainan daring.

Menurutnya, kondisi ini menjadi peringatan serius bagi orang tua, guru, dan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan.

“Anak-anak bisa menjadi korban bahkan pelaku jika kita tidak melakukan pendampingan dengan baik,” tegasnya.

Deklarasi berlangsung meriah. Para pelajar menampilkan berbagai kreativitas seni yang memperkuat semangat kebersamaan. Kegiatan ini mendorong generasi muda untuk menjaga persatuan, menjauhi kekerasan, dan melawan pengaruh radikalisme di lingkungan pendidikan. (***)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Kerinci Imbau Pembatasan Jam Malam dan Pergaulan Remaja

Daerah

Bupati Kerinci Hadiri Pisah Sambut Kapolres

Daerah

Pengamanan Pemilu 2024 Kapolres Cek Kesiapan Perlengkapan Personilnya 
TKA SMP 2026 Digelar, Bupati Tanjab Barat Soroti Fasilitas Sekolah

Daerah

TKA SMP 2026 Digelar, Bupati Tanjab Barat Soroti Fasilitas Sekolah

Daerah

DPRD Kota Sungai Penuh menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK)

Daerah

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Kolam Renang Kafe Lamanda

Daerah

Transaksi Jenis Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap Satresnarkoba
Pendataan Sosial Ekonomi Dimulai, RT Jadi Garda Terdepan

Daerah

Pendataan Sosial Ekonomi Dimulai, RT Jadi Garda Terdepan