Aksarabrita.com — Pemerintah memperkuat transformasi pendidikan digital dengan menghadirkan pembelajaran artificial intelligence (AI) dan coding di sekolah. Program tersebut menyasar siswa mulai tingkat TK hingga SMA sebagai langkah menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
Tenaga Ahli Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Jumail, mengatakan pemerintah mulai memperkuat pembelajaran coding dan AI sejak 2025. Pemerintah juga menghadirkan sistem Codeavor 7.0 untuk memperluas akses dan pengalaman belajar siswa di bidang teknologi digital.
Tenaga Ahli Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Jumail, mengatakan pemerintah mulai memperkuat pembelajaran coding dan AI bagi siswa dari tingkat TK hingga SMA sejak 2025.
“Pemerintah memperkuat pembelajaran coding dan AI bagi siswa TK hingga SMA sebagai wadah untuk memperkaya ilmu pengetahuan para siswa, termasuk melalui sistem Codeavor 7.0,” kata Jumail, Senin (25/5/2026), dikutip dari beritasatu.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menempatkan coding dan kecerdasan artifisial sebagai kebutuhan penting dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Jumail menilai kehadiran pembelajaran digital akan membantu siswa memahami perkembangan teknologi yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran AI dan coding, siswa tidak hanya mengenal teknologi sebagai pengguna, tetapi juga memahami cara kerja dan pengembangannya.
Meski begitu, pemerintah tetap menyesuaikan penerapan program dengan kesiapan sekolah dan tenaga pengajar. Jumail menegaskan setiap sekolah membutuhkan dukungan infrastruktur, perangkat teknologi, serta pelatihan guru agar proses pembelajaran berjalan optimal.
“Semua harus berjalan bertahap sesuai dengan kesiapan sekolah dan guru,” ujarnya.
Transformasi pendidikan digital juga mendorong hadirnya berbagai kompetisi coding dan AI bagi pelajar Indonesia. Kompetisi tersebut membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan menerapkan pengetahuan mereka dalam bentuk proyek nyata.
Pendiri Kodekiddo, Meilani Hendrawidjaja, mengatakan perlombaan teknologi membantu siswa mengasah kemampuan praktik sekaligus membangun inovasi.
“Siswa kerap mendapatkan teori mengenai coding dan kecerdasan artifisial di sekolah, tetapi sejumlah perlombaan membuat siswa mampu mengaplikasikan kreativitas mereka menjadi proyek nyata,” ucap Meilani.
Ia menambahkan, dukungan orang tua dan tenaga pengajar memegang peran penting dalam membangun kemampuan inovasi anak. Menurutnya, kombinasi pembelajaran teori di sekolah dan praktik melalui kompetisi akan memperkuat kemampuan siswa dalam menyelesaikan berbagai tantangan teknologi.
“Melalui teori dan praktik, siswa dapat mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan,” tutupnya.(***)









