Aksarabrita.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa demokrasi tidak memberi ruang bagi kritik yang mengabaikan etika dan nilai kebangsaan. Ia menyampaikan hal itu saat menanggapi gaya kritik mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya di Kantor DPD Partai Golkar, Sabtu (13/6/2026), Idrus menilai kebebasan berpendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral. Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan kritik, tetapi harus mengedepankan argumentasi yang rasional dan santun.
Idrus menegaskan bahwa demokrasi tetap terikat oleh asas, ideologi, dan etika kebangsaan. Karena itu, ia menyayangkan penggunaan kata-kata yang dinilai tidak pantas saat menyampaikan kritik kepada kepala negara.
“Demokrasi memberikan ruang kritik, tetapi tetap terikat oleh asas, ideologi, dan etika kebangsaan. Karena itu, penggunaan kata-kata yang tidak sopan sangat tidak pantas,” ujar Idrus.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, setiap pihak perlu menjaga adab, menghormati lembaga negara, dan mengedepankan dialog yang sehat.
Menurut Idrus, kritik yang berkualitas tidak hanya menunjukkan ketidaksetujuan, tetapi juga menawarkan gagasan, solusi, dan argumentasi yang kuat. Ia berharap kalangan mahasiswa dan generasi muda tetap menjadi kekuatan moral bangsa dengan menyampaikan kritik secara cerdas, objektif, dan beretika. **








