Jambi, Aksarabrita.com – Gubernur Jambi, Al Haris memerintahkan aparatur sipil negara berusia 25–40 tahun turun ke lapangan untuk membantu petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Ia juga mengizinkan ASN yang menjalankan tugas tersebut untuk tidak masuk kantor.
Al Haris menyampaikan instruksi itu pada Kamis (8/10/2026). Ia meminta Sekretaris Daerah Provinsi Jambi mengerahkan ASN guna memperkuat upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah.
“ASN yang berusia 25–40 tahun, saya minta turun ke lapangan dan boleh tidak masuk kantor,” kata Al Haris.
Pemprov Jambi mengoperasikan empat posko terpadu untuk mendukung upaya pemadaman. Keempat posko itu berada di halaman Mahligai 9 Jambi, halaman Bank Jambi Sutomo di kawasan Pasar Jambi, Universitas Jambi (Unja), dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Al Haris juga mengajak masyarakat dan perusahaan ikut membantu petugas mengendalikan kebakaran. Ia menjelaskan bahwa petugas menghadapi tantangan besar di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dan taman nasional. Asap dari sejumlah wilayah turut memperburuk kualitas udara di Jambi.
Al Haris Kerahkan Alat Berat untuk Membuka Akses
Pada Senin (5/10/2026), Al Haris bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin meninjau lokasi karhutla di Desa Sungai Aur, Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam peninjauan tersebut, tim penanganan karhutla merencanakan pembukaan akses menuju Tahura Orang Kayo Hitam, yang berada di perbatasan Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.
Tim menyiapkan lima unit alat berat untuk membuka akses, membersihkan kanal, dan membuat sekat bakar guna membatasi pergerakan api. Petugas memprioritaskan wilayah Jebus, Gedong Karya, Sungai Aur, dan Sogo.
Pemprov Jambi juga berencana menambah personel dan memperkuat posko lapangan agar petugas lebih cepat menjangkau titik api.
Namun, asap tebal masih menghambat penerbangan pesawat dan helikopter untuk memadamkan api dari udara. Kondisi tersebut juga mengganggu pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pemprov Jambi menjadwalkan OMC pada 9–10 Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan tutupan awan. Al Haris berharap hujan segera turun untuk membantu petugas memadamkan api sekaligus mengurangi kabut asap.
Luas Karhutla Jambi Capai 4.267 Hektare
Posko Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi mencatat luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 4.267,51 hektare selama periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji melaporkan 144 titik panas pada Selasa (6/10/2026). Jumlah tersebut turun dari 199 titik pada hari sebelumnya.
Meski jumlah titik panas menurun, kualitas udara di sejumlah wilayah masih membahayakan kesehatan. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 355 di Kota Jambi, 617 di Muaro Jambi, dan 336 di Tebo. Ketiga wilayah tersebut masuk kategori berbahaya.
Tanjung Jabung Timur mencatat angka ISPU 205 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Erlan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta warga segera melapor kepada petugas jika melihat kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan secara ilegal.
Al Haris berharap pengerahan ASN, dukungan alat berat, penguatan posko, dan partisipasi masyarakat dapat mempercepat pemadaman karhutla di Jambi. Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak semakin mengganggu aktivitas warga. (***)




















