Home / Daerah

Sabtu, 2 Juli 2022 - 09:04 WIB

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

KERINCI – Pengerjaan proyek pembangunan Inlet normalisasi Danau Kerinci dan proyek Embung oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi dengan menggunakan dana APBN tahun 2022 sebesar Rp 17 Milliar menjadi sorotan masyarakat.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bangun Yodya Persada selaku pemenang kontrak itu diduga banyak kejanggalan dan dikerjakan asal jadi.

Informasi yang diperoleh, di lokasi tidak ada papan nama nilai proyek maupun batas waktu pengerjaan. Selain itu, masyarakat Kerinci juga meminta pelaksana proyek untuk mengerjakan sesuai dengan juknis yang ada sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Selain itu, proyek normalisasi sungai juga disebut tidak ada kajian terlebih dahulu. Dikhawatirkan, proyek ini akan berdampak terhadap lingkungan sekitar serta akan merusak eskosistem wisata Danau Kerinci yakni destinasi pulau kelelawar.

“Ini belum ada kajian yang matang. Karena lokasi dekat wisata alam Danau Kerinci. Apakah sudah ada kajian melalui dinas lingkungan hidup terlebih dahulu,” kata sumber.

Baca Juga :  Pj Bupati Merangin Buka Bimtek SAKIP 2023 di Jakarta

“Kami minta pengerjaan normalisasi semua dihentikan sementara. Karena kita khawatir nantinya tidak besar manfaatnya bagi warga,” katanya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga, akibat adanya proyek Inlet Danau Kerinci tersebut tentu menjadi kebahagiaan masyarakat, karena Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan daerah rawan banjir saat curah hujan tinggi, terutama kawasan di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.

Namun ironinya, fakta di lapangan mega proyek yang menghabiskan anggaran belasan miliar tersebut dikerjakan asal jadi dengan kualitas sangat minim.

“Sumber permasalahan yakni terjadi penyumbatan dan mendangkalnya sungai terutama di pintu air menuju Danau Kerinci, makanya masyarakat berharap proyek Inlet ini dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan juknis,” kata Agus, salah seorang warga Kerinci.

Baca Juga :  DPRI Bongkar Alasan PPPK Layak Diangkat PNS Tanpa Tes

Sementara itu terkait proyek Embung, warga mengaku akibat proyek tersebut banyak lahan dan sawah petani yang tertimbun, sehingga warga merasa proyek tersebut tidak tepat.

“Di sekitar sungai banyak sawah. Jadi akibat proyek embung ini sejumlah lahan dan sawah ikut tertimbun dan tidak sapat dimanfaatkan oleh warga,” kata Adi salah seorang warga Danau Kerinci.

“Kami minta kontraktor dan pihak balai bertanggungjawab atas hal ini,” kata warga.

Dirinya meminta kepada pihak Kementerian PUPR untuk turun mengecek lokasi dan pengerjaan mega proyek tersebut. “Ini tidak bisa dibiarkan, bisa merugikan masyarakat dan merugikan keuangan negara,” tutupnya.

Sementara itu, pihak balai BWSS VI Jambi belum memberikan tanggapan. Demikian juga dengan pihak kontraktor pelaksana hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (*)

Share :

Baca Juga

Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro Warisan Hijau Kerinci

Daerah

Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro, Warisan Hijau Kerinci

Daerah

Bupati Kerinci Monadi Pimpin Apel Hardiknas 2025

Daerah

Ketua DPRD H. Fajran Hadiri Forum komunikasi BPJS 

Daerah

Ketua DPRD Lendra Wijaya Shalat Idul Adha Bersama Masyarakat

Daerah

Ternak Warga Jadi Sasaran Harimau di Gunung Raya

Batang Hari

Ibu Siska Meninggal Dunia Saat Tahu Anaknya Dikubur di Sumur

Daerah

Warga Pulau Tengah dihebohkan Mayat Tanpa identitas

Game

Rapat Koordinasi Persiapan MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2024 di Kabupaten Kerinci