BERITA JAKARTA// Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tubuh PT Gudang Garam Tbk ramai diperbincangkan publik usai beredar sebuah video yang menunjukkan sejumlah buruh berseragam perusahaan rokok tersebut seolah berpamitan.
Kabar ini cepat menyebar di media sosial, memicu keresahan ribuan karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu.
Meski demikian, hingga saat ini manajemen Gudang Garam belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor PHK tersebut. Sementara itu, perusahaan mitra produksi Gudang Garam yang beroperasi di Tuban, Jawa Timur, menegaskan tidak ada gelombang PHK massal seperti yang ramai diperbincangkan.
Di sisi lain, kondisi keuangan Gudang Garam memang sedang tertekan. Laporan keuangan per Juni 2025 mencatat penurunan laba bersih hingga 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan merosot dari Rp 925,51 miliar pada semester I/2024 menjadi Rp 117,16 miliar di semester I/2025. Pendapatan juga turun dari Rp 50,01 triliun menjadi Rp 44,36 triliun. Dilansir dari CNNIndonesia
Di tengah kabar tersebut, kekayaan pemilik Gudang Garam juga disebut mengalami penurunan signifikan. Namun, detail jumlah kerugian belum diungkapkan secara rinci.








