Sungai Penuh, Aksarabrita.com – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menekankan pentingnya kekuatan gotong royong melalui Program 3S dalam upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung penanggulangan kemiskinan dan penurunan angka stunting.
Alfin menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh Tahun 2026 di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (8/10/2026).
Dalam rakor itu, Wakil Wali Kota, Azhar Hamzah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menangani kemiskinan dan stunting. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak agar program dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Azhar juga meminta seluruh pihak menggunakan data yang akurat, mengintegrasikan program, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
“Penanganan kemiskinan menjadi bagian penting dalam menekan stunting. Karena itu, kita harus memastikan data valid, program terintegrasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar intervensi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Azhar.
Sementara itu, Wali Kota Alfin menyebut penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari prioritas pembangunan Kota Sungai Penuh. Ia mengaitkan upaya tersebut dengan agenda nasional Asta Cita.
Alfin menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Pemerintah juga harus memastikan setiap program tepat sasaran dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Data harus akurat, program harus terintegrasi dan pelaksanaannya harus kita kawal bersama,” tegas Alfin.
Alfin menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kota Sungai Penuh pada 2025 mencapai 3,23 persen. Sementara itu, prevalensi stunting berada pada angka 8 persen.
“Capaian yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Kita tidak boleh berhenti, karena masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah,” ujarnya.
Program 3S Dorong Semangat Gotong Royong
Alfin juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui Program 3S, yakni Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah.
Program tersebut mengajak masyarakat berbagi sesuai kemampuan. Alfin menilai kontribusi kecil dari setiap orang dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar ketika masyarakat menjalankannya secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Jangan melihat besar atau kecilnya yang kita berikan. Segenggam beras, sebutir telur, maupun seribu rupiah, jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Alfin.
Selain Program 3S, Pemkot Sungai Penuh terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Kartu Sungai Penuh Juara.
Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah memberikan Beasiswa Juara kepada 2.274 anak dan bantuan 5.010 seragam sekolah gratis. Program tersebut membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Kota Sungai Penuh. (Deres)



















