Kerinci – Menindaklanjuti laporan warga terkait kemunculan seekor beruang di area perkebunan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Rabu (22/4), tim Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamatan.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci BBTNKS, David, menjelaskan bahwa hasil penelusuran di lapangan menunjukkan beruang tersebut sudah beberapa kali terlihat di sekitar kebun warga. Kemunculannya bahkan disebut terjadi secara berkala, sekitar tiga bulan sekali
“Beruang ini sesekali turun ke area ladang warga untuk mencari makan, baik saat musim buah maupun saat mencari madu,” ujar David, Kamis (23/4/26).
Meski dalam pemantauan awal tidak ditemukan tanda-tanda agresif, BBTNKS menegaskan bahwa keberadaan beruang tetap menjadi perhatian serius. Pasalnya, potensi konflik antara manusia dan satwa liar bisa terjadi kapan saja, terutama saat hewan tersebut memasuki area perkebunan.
BBTNKS juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur konservasi satwa dilindungi. Selain itu, pihak desa diminta turut menyampaikan laporan resmi kepada BKSDA.
Masyarakat diimbau tetap waspada saat beraktivitas di kebun serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau melukai satwa tersebut. Upaya mitigasi konflik satwa liar di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat akan terus ditingkatkan guna menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian habitat beruang di wilayah Kerinci.. (JV)






