BERITA OLAHRAGA// Federasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan kuat bahwa pemilihan tuan rumah untuk babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia telah diatur untuk menguntungkan Qatar dan Arab Saudi. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik dan ancaman boikot dari beberapa negara peserta, termasuk Oman.
Penunjukan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah dinilai janggal, mengingat hanya enam negara yang akan berlaga di babak tersebut, yakni Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Irak, Oman, dan Arab Saudi. Banyak pihak menduga pemilihan ini dipengaruhi kepentingan sponsor, sebab Qatar Airways dan Visit Saudi merupakan mitra komersial utama AFC.
Oman: “Ini Sudah Tidak Adil Sejak Awal”
Federasi Sepak Bola Oman (OFA) secara terbuka menyatakan keberatannya dan bahkan mengancam mundur dari babak kualifikasi jika keputusan tidak ditinjau ulang.
“Jika kita sudah tahu siapa yang akan lolos, kenapa harus mengikuti kualifikasi? Itu hal yang bodo,” kata perwakilan OFA dalam pernyataan resminya.
Langkah Oman diikuti oleh gelombang protes dari negara-negara lain seperti Iran dan UEA, yang mempertanyakan netralitas dan integritas AFC dalam menentukan lokasi pertandingan.
JFA: Fokus Menang Besar, Bukan Ribut
Presiden Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Miyamoto Tsuneyasu, menanggapi polemik ini dengan memberi wejangan kepada Timnas Indonesia. Ia menyarankan agar skuad Garuda tidak larut dalam kontroversi dan lebih fokus pada persiapan teknis.
“Kunci untuk Indonesia adalah menang dengan selisih besar, minimal tiga gol, agar tak bisa dimanipulasi. Jangan buang energi untuk meributkan hal-hal di luar lapangan,” ujar Miyamoto dalam wawancara dengan media Jepang.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga mental tim di tengah tekanan politik dan keputusan yang tidak menguntungkan.
AFC Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, pihak AFC belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan keberpihakan ini. Namun, sejumlah analis menilai situasi ini dapat merusak kredibilitas kompetisi dan membahayakan semangat fair play di kawasan Asia.










