Home / Nasioanal / Pemerintah

Jumat, 14 November 2025 - 20:03 WIB

Kemensos Soroti Rp500 Triliun Bansos Tidak Tepat Sasaran

Kemensos Soroti Rp500 Triliun Bansos Tidak Tepat Sasaran Akibat Data Tidak Akurat. Foto Antara

Kemensos Soroti Rp500 Triliun Bansos Tidak Tepat Sasaran Akibat Data Tidak Akurat. Foto Antara

Jakarta, Aksarabrita.com // Kementerian Sosial menyoroti ketidaktepatan penyaluran sekitar Rp500 triliun dana subsidi dan bantuan sosial yang pemerintah salurkan setiap tahun melalui APBN. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa persoalan utama terletak pada ketidakakuratan data penerima manfaat, Kamis (13/11/2025).

Saifullah Yusuf menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Nasional “Statistik untuk Keadilan Sosial” dan menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan basis data yang akurat agar seluruh program perlindungan sosial berjalan efektif.

Saifullah menjelaskan bahwa berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako berisiko tidak tepat sasaran karena masalah verifikasi data penerima manfaat.

“Kami mengelola sekitar Rp500 triliun dana bansos APBN. Ketika datanya tidak akurat, maka penyaluran bantuan juga tidak tepat sasaran,” ujar Saifullah di hadapan peserta rakornas bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Baca Juga :  Irjen Pol. Agus Suryonugroho Pamit dari Korlantas, Titip Program Transformasi Digital

Ia menambahkan bahwa Kemensos menemukan keluarga penerima manfaat yang tetap menerima bantuan selama 10 hingga 18 tahun tanpa proses verifikasi ulang, meskipun kondisi ekonomi mereka sudah berubah.

“Negara mengalokasikan anggaran sangat besar. Kalau datanya salah, maka keadilan sosial juga tidak tercapai,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan data, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui DTSEN, Kemensos, BPS, dan pemerintah daerah membangun satu basis data terpadu sebagai acuan penentuan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Saifullah menegaskan bahwa DTSEN memastikan penyaluran berbagai program bansos, termasuk PKH, bantuan sembako, dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), berjalan lebih adil dan akurat.

Baca Juga :  Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR 2026? Ini Faktanya!

Kemensos saat ini menyalurkan bansos reguler untuk 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM) pada triwulan IV 2025. Data tersebut mencakup 16,3 juta KPM lama dan 18,7 juta KPM baru yang sudah melalui proses verifikasi dengan basis data DTSEN. (**)

Share :

Baca Juga

10 Negara Termiskin 2025, Mayoritas di Afrika Masih Rawan Konflik

Nasioanal

10 Negara Termiskin 2025, Mayoritas Afrika Masih Rawan Konflik
Foto Melda Safitri dan Suami

Nasioanal

Terungkap, Ini Penyebab Suami Ceraikan Melda Safitri
PPPK Paruh Waktu Perlu e-Kinerja? Ini Penjelasannya!

Nasioanal

PPPK Paruh Waktu Perlu e-Kinerja? Ini Penjelasannya!

Nasioanal

Menkumham Resmi Sahkan SK Kepengurusan PPP Kubu Mardiono
Anis BAswedan dan Presiden Prabowo Subianto

Nasioanal

Anies Baswedan Doakan Presiden Prabowo di Hari Ultah ke-74

Batang Hari

Anggota DPR RI Apresiasi Kinerja Polri Berantas Premanisme dan Narkotika

Nasioanal

Awal Musim Hujan 2025/2026 Lebih Cepat, Begini Peta Risiko Menurut BMKG
Bupati Muaro Jambi Perkuat Wawasan Kebangsaan di Lemhannas

Daerah

Bupati Muaro Jambi Perkuat Wawasan Kebangsaan di Lemhannas