BERITA JAMBI // Dunia olahraga Jambi kembali berduka. Sertu Oki Yusmika, atlet taekwondo andalan asal Kabupaten Bungo, berpulang ke rahmatullah setelah berjuang melawan kanker tulang ganas. Oki mengembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin malam (14/07/2025) sekitar pukul 20.30 WIB.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Gubernur Jambi, Al Haris, dan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. “Gubernur Jambi beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi turut berduka atas wafatnya Sertu Oki Yusmika, atlet taekwondo Jambi. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Al Haris.
Kabar duka ini terasa mengejutkan, terlebih karena sehari sebelumnya, Minggu malam (13/07/2025), Gubernur Al Haris baru saja menjenguk Oki Yusmika di RS Fatmawati. Dalam kunjungannya, Al Haris berbincang langsung dengan Oki serta istri almarhum, Wahyu Ningsih, yang menceritakan awal mula Oki merasakan gejala hingga didiagnosis kanker tulang ganas (sarkoma).
Gubernur Al Haris menyampaikan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengobatan Oki sebagai bentuk perhatian dan kehadiran Pemprov Jambi untuk para atlet. “Saya sampaikan langsung kepada Oki bahwa saya hadir sebagai perwakilan pemerintah dan memberikan dukungan moral maupun bantuan pengobatan. Kami sangat menghargai dedikasinya,” kata Al Haris.
Oki Yusmika dikenal sebagai atlet berprestasi yang pernah mempersembahkan medali untuk Jambi dalam ajang PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021. Gubernur Al Haris menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi Oki yang telah mengharumkan nama daerah.
Diketahui, Oki mulai merasakan gejala pada September 2024, berupa nyeri hebat pada kaki kanan yang disertai perubahan warna menjadi biru lebam dan pembengkakan. Ia sempat dirawat di RSPAD Jakarta, di mana ia mengalami pendarahan hebat dan didiagnosa menderita kanker tulang ganas.
Setelah operasi pengangkatan tulang sepanjang 20 cm, kondisi Oki sempat membaik, namun kemudian mengalami pendarahan serius kembali. Dokter menyarankan amputasi sebagai langkah penyelamatan terakhir. Maret 2025, keluarga membawa Oki ke RS Fatmawati untuk opsi lain, namun keputusan medis tetap mengarah pada amputasi dari panggul hingga dua jari di bawah tulang rusuk.
Kepergian Oki Yusmika menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan atlet, serta masyarakat Jambi yang pernah menyaksikan semangat juang dan prestasinya. Selamat jalan, pahlawan olahraga Jambi.









