Home / Daerah / Hukum & Kriminal / Muaro Jambi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Protes PETI di Muaro Jambi Berujung Pembacokan

Protes PETI di Muaro Jambi Berujung Pembacokan

Protes PETI di Muaro Jambi Berujung Pembacokan

MUARO JAMBI – Penolakan warga terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Berembang, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, berujung aksi pembacokan. Seorang pria berinisial MEZ mengalami luka pada tangan dan paha setelah seseorang diduga menyerangnya dengan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan penyerangan tersebut berkaitan dengan persoalan pengamanan rakit dompeng yang warga gunakan untuk menambang emas di pinggiran Sungai Batanghari.

Sebelum kejadian, sejumlah warga mengamankan rakit dompeng yang beroperasi di kawasan sungai. Mereka menolak aktivitas tambang ilegal karena khawatir kegiatan tersebut merusak lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Aksi warga itu menarik perhatian publik setelah video pengamanan rakit dompeng menyebar di media sosial.

Baca Juga :  Dandim Kerinci Ajak Warga Hidup Sehat di Car Free Day

Dalam rekaman tersebut, warga terlihat mengamankan rakit dompeng. Mereka meminta pemilik alat segera menjemput dan menarik rakit itu dari wilayah Desa Berembang.

“Kami tunggu yang punya alat untuk menjemputnya, untuk ditarik dari wilayah Berembang, karena di sini tidak dibolehkan (untuk PETI),” ujar perekam video, Senin (12/10/2026).

Perselisihan Berujung Dugaan Penganiayaan

Video itu juga memperlihatkan seorang pria mendatangi warga yang mengamankan rakit dompeng. Situasi kemudian memanas hingga kedua pihak terlibat cekcok.

Perselisihan tersebut diduga berlanjut hingga seseorang menyerang MEZ dengan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka pada tangan dan paha.

Kapolsek Sekernan, AKP Agung Heru Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Update SEA Games Thailand 2025: Indonesia Raih 80 Emas

Menurut keterangan awal yang dihimpun polisi, persoalan bermula saat korban berada di rumahnya di Desa Berembang.

Terduga pelaku kemudian mendatangi korban. Ia menyampaikan keberatan dan meminta korban agar tidak mengganggu ayahnya.

Setelah pertemuan itu, korban mendatangi rumah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Berembang. Korban meminta bantuan ketua BPD untuk menengahi persoalan tersebut.

Polisi kini menelusuri rangkaian kejadian dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap dugaan penganiayaan itu.

Kasus ini kembali menyoroti penolakan warga terhadap aktivitas PETI di sekitar Sungai Batanghari. Warga ingin menghentikan tambang ilegal karena khawatir terhadap dampak kerusakan lingkungan. Di sisi lain, polisi perlu mengusut dugaan kekerasan yang muncul dalam perselisihan tersebut.

Share :

Baca Juga

peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh, Selasa (8/9).

Daerah

Wako Alfin Ajak Warga Sungai Penuh Teladani Akhlak Rasulullah di Maulid Nabi 1448 H

Daerah

Pemadaman Listrik Total di Kerinci dan Sungai Penuh Akibat Tiang Transmisi Roboh
Tragis! Wanita Hamil Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Hotel Palembang

Daerah

Tragis! Wanita Hamil Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Hotel
Panen Perdana 5,6 Ton, Jagung Merangin Diborong Bulog

Daerah

Panen Perdana 5,6 Ton, Jagung Merangin Diborong Bulog
Wako Alfin Lepas 128 Jamaah Calon Haji Kota Sungai Penuh

Daerah

Wako Alfin Lepas 128 Jamaah Calon Haji Kota Sungai Penuh
Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., MM, menghadiri Pawai Obor dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam

Daerah

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Daerah

Satresnarkoba Polres Kerinci Tangkap Pengedar Sabu

Hukum & Kriminal

Tes DNA Ridwan Kamil–Lisa Mariana Tertunda, Ada Apa?