Home / Daerah

Sabtu, 2 Juli 2022 - 09:04 WIB

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

Proyek Inlet Danau Kerinci di Sorot, Kementerian PUPR Diminta Turun ke Lokasi

KERINCI – Pengerjaan proyek pembangunan Inlet normalisasi Danau Kerinci dan proyek Embung oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi dengan menggunakan dana APBN tahun 2022 sebesar Rp 17 Milliar menjadi sorotan masyarakat.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bangun Yodya Persada selaku pemenang kontrak itu diduga banyak kejanggalan dan dikerjakan asal jadi.

Informasi yang diperoleh, di lokasi tidak ada papan nama nilai proyek maupun batas waktu pengerjaan. Selain itu, masyarakat Kerinci juga meminta pelaksana proyek untuk mengerjakan sesuai dengan juknis yang ada sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Selain itu, proyek normalisasi sungai juga disebut tidak ada kajian terlebih dahulu. Dikhawatirkan, proyek ini akan berdampak terhadap lingkungan sekitar serta akan merusak eskosistem wisata Danau Kerinci yakni destinasi pulau kelelawar.

“Ini belum ada kajian yang matang. Karena lokasi dekat wisata alam Danau Kerinci. Apakah sudah ada kajian melalui dinas lingkungan hidup terlebih dahulu,” kata sumber.

Baca Juga :  Meski Jadwal Diperpanjang, Sejumlah Instansi Belum  Usulkan Formasi PPPK Paruh Waktu

“Kami minta pengerjaan normalisasi semua dihentikan sementara. Karena kita khawatir nantinya tidak besar manfaatnya bagi warga,” katanya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga, akibat adanya proyek Inlet Danau Kerinci tersebut tentu menjadi kebahagiaan masyarakat, karena Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan daerah rawan banjir saat curah hujan tinggi, terutama kawasan di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.

Namun ironinya, fakta di lapangan mega proyek yang menghabiskan anggaran belasan miliar tersebut dikerjakan asal jadi dengan kualitas sangat minim.

“Sumber permasalahan yakni terjadi penyumbatan dan mendangkalnya sungai terutama di pintu air menuju Danau Kerinci, makanya masyarakat berharap proyek Inlet ini dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan juknis,” kata Agus, salah seorang warga Kerinci.

Baca Juga :  Kode Redeem Stumble Guys 9 April 2026 Terbaru hari Ini!

Sementara itu terkait proyek Embung, warga mengaku akibat proyek tersebut banyak lahan dan sawah petani yang tertimbun, sehingga warga merasa proyek tersebut tidak tepat.

“Di sekitar sungai banyak sawah. Jadi akibat proyek embung ini sejumlah lahan dan sawah ikut tertimbun dan tidak sapat dimanfaatkan oleh warga,” kata Adi salah seorang warga Danau Kerinci.

“Kami minta kontraktor dan pihak balai bertanggungjawab atas hal ini,” kata warga.

Dirinya meminta kepada pihak Kementerian PUPR untuk turun mengecek lokasi dan pengerjaan mega proyek tersebut. “Ini tidak bisa dibiarkan, bisa merugikan masyarakat dan merugikan keuangan negara,” tutupnya.

Sementara itu, pihak balai BWSS VI Jambi belum memberikan tanggapan. Demikian juga dengan pihak kontraktor pelaksana hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Bupati Merangin Ikuti Rakornas Pengadaan 2023

Daerah

Harimau Berkeliaran, BKSDA Imbau Warga Waspada

Batang Hari

Skema Iuran BPJS Kesehatan  Per 1 Juli 2025 Cek Disni

Daerah

PLTA Kerinci Simbol Perubahan Energi Bersih dan Perekonomian Daerah
Satresnarkoba Polres Merangin Tangkap Kurir dan Bandar, 2 Kg Sabu Diamankan

Daerah

Satresnarkoba Polres Merangin Tangkap Kurir dan Bandar, 2 Kg Sabu Diamankan
TMMD 2025, TNI dan Pemkot Bersinergi

Daerah

TNI Tinjau TMMD, Wako Alfin Beri Apresiasi

Daerah

Wabup Buka MTQ ke-40 Desa Muaro Panco Barat dan Timur

Daerah

Tegas! Kodim Kerinci Periksa HP Anggota, Pastikan Bebas Judi Online