Home / Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:38 WIB

RSUD Raden Mattaher Evaluasi Layanan IGD, Pasien Harus Cepat Ditangani

Al Haris Minta RSUD Raden Mattaher Tingkatkan Layanan

Al Haris Minta RSUD Raden Mattaher Tingkatkan Layanan

Jambi, Aksarabrita.com – RSUD Raden Mattaher Jambi terus mengevaluasi layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mempercepat penanganan pasien. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jambi ini menargetkan waktu pelayanan IGD di bawah enam jam sekaligus meningkatkan mutu layanan dan mempertahankan akreditasi Paripurna.

Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, serta kelengkapan fasilitas kesehatan di RSUD Raden Mattaher. Ia menyampaikan arahan tersebut saat menghadiri penilaian akreditasi rumah sakit oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di ruang Diklat RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026).

Al Haris menjelaskan bahwa penilaian akreditasi setiap tiga tahun mendorong rumah sakit menjaga standar pelayanan, sarana, dan fasilitas kesehatan. Menurutnya, rumah sakit harus melakukan perbaikan secara konsisten agar mampu mempertahankan predikat akreditasi Paripurna.

“Penilaian akreditasi ini rutin dilakukan setiap tiga tahun untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga. Jika standarnya turun, mutu pelayanan ikut turun. Kita berharap pembenahan yang konsisten dapat mempertahankan status akreditasi Paripurna,” ujar Al Haris.

Ia menilai RSUD Raden Mattaher memegang peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus rumah sakit pengampu di Provinsi Jambi. Karena itu, manajemen perlu memperkuat tata kelola, meningkatkan akurasi data operasional, serta melengkapi sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Baca Juga :  Diskominfo Kerinci Tingkatkan Kemitraan dan Kebebasan Pers

Al Haris juga melihat peluang besar bagi RSUD Raden Mattaher seiring meningkatnya konektivitas jalan tol di Pulau Sumatera. Akses transportasi yang semakin baik dapat memudahkan masyarakat dari provinsi tetangga untuk mencari layanan kesehatan di Jambi.

“Kondisi ini membuka peluang besar bagi kita. Jika sarana dan prasarana RSUD Raden Mattaher terus kita lengkapi dengan teknologi canggih, serta kemampuan SDM kesehatannya terus ditingkatkan, maka masyarakat dari provinsi tetangga yang secara jarak lebih dekat ke Jambi akan memilih berobat ke rumah sakit kita,” katanya.

Gubernur Jambi itu juga mengingatkan jajaran rumah sakit agar terus meningkatkan kualitas layanan sehingga masyarakat tidak perlu mencari pengobatan ke luar daerah atau luar negeri hanya karena keterbatasan fasilitas dan pelayanan.

Ia meminta direksi, kepala bidang, hingga petugas pelayanan menjalankan pembenahan secara menyeluruh dan terintegrasi. Pimpinan rumah sakit juga perlu turun langsung ke lapangan untuk memantau alur pelayanan dan mencocokkan data operasional dengan kondisi nyata.

Baca Juga :  NIP PPPK Paruh Waktu 2025 Hampir Tuntas, Kanreg VII BKN Palembang Tembus 99,74%

Al Haris menegaskan bahwa pelayanan rumah sakit membutuhkan kecepatan dan kepastian karena pasien datang dalam kondisi sakit dan memerlukan pertolongan segera.

“Intinya bukan hanya mempertahankan predikat Paripurna di atas kertas, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.

RSUD Raden Mattaher Fokus Pangkas Waktu Pelayanan IGD

Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, M.ARS, menyatakan optimistis rumah sakit mampu mempertahankan akreditasi Paripurna. Ia mengacu pada data operasional dan hasil evaluasi langsung terhadap pelaksanaan pelayanan di lapangan.

Iwan menjelaskan bahwa manajemen terus mengevaluasi layanan unggulan dan memperbaiki berbagai aspek pelayanan. Salah satu fokus utama mereka ialah memangkas waktu pelayanan IGD agar berada di bawah enam jam.

Menurutnya, setiap pasien membutuhkan waktu penanganan yang berbeda. Kondisi kesehatan, jenis penyakit, kebutuhan pemeriksaan, serta tindakan medis lanjutan turut menentukan durasi pelayanan.

Ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang memerlukan perbaikan. Karena itu, manajemen tidak hanya memeriksa data dan dokumen administrasi, tetapi juga menelusuri langsung proses pelayanan untuk memastikan kesesuaian antara catatan operasional dan kondisi di lapangan. (***)

Share :

Baca Juga

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan di Kerinci

Daerah

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Dorong Ekonomi Kerinci

Daerah

Semarak Jambore PKK 2025 “Aku Hatinya PKK”

Daerah

Diskominfo Sungai Penuh: Hemat Boleh, Putus Hubungan dengan Media Jangan

Daerah

Mentan Kunjungi Kerinci, Bupati Monadi Siap Wujudkan Kedaulatan Pangan dari Desa
Pemkot Padang Jual Minyakita di Bawah HET

Daerah

Minyakita Rp15.000 per Liter, Pemkot Padang Gelar Operasi Pasar

Daerah

Baku Tembak TNI Tewaskan 3 Anggota OPM di Papua Tengah
Demo Kabut Asap di DPRD Jambi Ricuh, Massa Desak Al Haris Bertindak

Daerah

Demo Kabut Asap di DPRD Jambi Ricuh, Massa Desak Al Haris
Ilustrasi Koperasi Merah Putih

Batang Hari

Dilarang Jadi Pengurus Koperasi Merah Putih, Ini Penegasan Pemerintah