Muara Bungo – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), perundungan, serta bahaya narkoba di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah Provinsi Jambi menggelar kegiatan ini untuk membekali pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah agar mampu menghadapi pengaruh negatif, seperti narkoba, judi online, radikalisme, perundungan, dan geng motor.
Jaga Diri Sejak Dini
Al Haris meminta para pelajar fokus belajar, membangun karakter, dan menjaga pergaulan. Ia menegaskan pelajar harus menjauhi narkoba, judi online, serta berbagai tindakan yang melanggar hukum.
Menurutnya, Jambi pernah menghadapi tingginya kasus judi online. Pemerintah kemudian mengambil langkah tegas sehingga jumlah kasus terus menurun.
Al Haris juga mengingatkan pelajar agar bijak menggunakan media digital. Ia menilai paparan konten negatif dapat mendorong anak muda terjerumus ke paham radikal.
“Kalau anak-anakku bisa menjaga diri, tidak terlibat narkoba, judi online, dan radikalisme, maka 60 persen masa depan sudah ada di tangan. Sisanya tinggal perjuangan dan doa,” kata Al Haris.
Ia juga mengajak pelajar mengutamakan pendidikan, mengembangkan potensi, serta menjauhi hoaks dan pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Pelajar Harus Jadi Agen Pencegahan
Bupati Bungo Dedy Putra mengajak seluruh pelajar mengikuti sosialisasi dengan serius. Menurutnya, kegiatan ini dapat memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mendorong pelajar menjadi agen pencegahan terhadap radikalisme, narkoba, dan perundungan di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menggelar penandatanganan komitmen bersama untuk menolak balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo.
Panitia menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Densus 88 yang memberikan edukasi kepada para pelajar tentang bahaya narkoba, radikalisme, dan kejahatan digital. (Tim)




















