BERITA SUNGAI PENUH // Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memajukan pengelolaan sampah bernilai ekonomi dengan memperkuat operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Renah Kayu Embun (RKE) Sabtu, (4/10/25).
Pemkot menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di lapangan. Sebanyak 36 tenaga pemilah dan 5 operator mesin pengolah sampah mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung di kawasan TPST RKE.
Kepala Dinas LH memastikan pelatihan berjalan berkelanjutan agar tenaga pemilah mampu memilah sampah sesuai jenis dan karakteristiknya.
“Pelatihan ini kami rancang agar tenaga pemilah benar-benar terampil dalam memilah dan mengolah sampah secara efektif,” kata Lea Desnifa, ST, MT, tim teknis DLH yang memimpin pembekalan.
Lea menegaskan, pelatihan juga menumbuhkan keahlian peserta dalam mengolah sampah organik menjadi kompos, memanfaatkan sampah anorganik bernilai ekonomi, serta mengoperasikan mesin pengolah secara efisien dan aman.
Walikota Sungai Penuh Alfin, SH, menegaskan bahwa TPST RKE menjadi tonggak kemajuan pengelolaan sampah di daerahnya.
“TPST ini membuat sistem penanganan sampah berjalan terintegrasi dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali. Selain menjaga kebersihan, program ini juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Alfin.
Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya bersama menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Menurutnya, TPST RKE bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga motor penggerak ekonomi hijau di Sungai Penuh.







