Sungai Penuh, Aksarabrita.com // Harga telur ayam di Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh, terus merangkak naik sejak Desember 2025 lalu. Para pedagang menilai kenaikan ini terjadi karena para pemasok tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar, sementara permintaan masyarakat justru semakin tinggi.
Salah seorang pedagang telur, Adinar, mengatakan bahwa ia masih menjual telur ayam dengan sistem perkarpet berisi 30 butir. Untuk ukuran kecil, ia sebelumnya mematok harga Rp50.000 perkarpet, namun kini ia menjualnya Rp55.000 perkarpet. Kamis, (8/12/26).
Untuk ukuran sedang, ia menaikkan harga dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 perkarpet. Sedangkan untuk ukuran besar, harganya kini mencapai Rp63.000 perkarpet dari sebelumnya Rp58.000–Rp60.000.
Adinar menegaskan bahwa stok telur di pasar terus menipis. Pada saat yang sama, semakin banyak warga yang membutuhkan telur untuk kebutuhan dapur dan usaha kuliner, sehingga harga pun ikut naik.
Sejumlah pedagang lain juga menyebut bahwa pasokan telur di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci semakin berkurang karena MBG membeli telur dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat pasar tradisional semakin kekurangan stok dan harga pun terus merangkak naik.
Adinar meminta pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi telur tetap merata. Ia khawatir masyarakat kecil semakin terbebani, apalagi menjelang bulan Ramadan ketika kebutuhan telur pasti meningkat.
“Kami berharap stok telur bisa stabil, supaya harga tidak terus naik dan masyarakat tetap mampu membeli,” ujarnya. (Tim)








