Sungai Penuh, Aksarabrita.com // Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nusantara Sakti (STIA-NUSA) Sungaipenuh–Kerinci kembali mencetak sumber daya manusia unggul melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-XIX (19) dan Ahli Madya angkatan ke-XXXII (32) tahun akademik 2025–2026.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan di GOR Kota Sungai Penuh pada Sabtu (6/12/2025). Suasana haru terlihat sepanjang acara yang mempertemukan para lulusan, keluarga, dan seluruh sivitas akademika STIA-NUSA.
Pada tahun ini, STIA-NUSA mengukuhkan 140 lulusan, yang terdiri dari 113 lulusan Program Sarjana (S1) Ilmu Administrasi Negara dan 28 lulusan Program Diploma (D3) Administrasi Perkantoran. Momen ini menegaskan peran kampus sebagai lembaga pendidikan yang terus melahirkan generasi profesional untuk pembangunan daerah maupun nasional.
Acara tersebut dihadiri Walikota Sungai Penuh, Bupati Kerinci, unsur LLDIKTI Wilayah X, orang tua wisudawan, serta seluruh jajaran pimpinan STIA-NUSA.
Ketua STIA-NUSA, H. Muhammad Ikshan, SE, MM, memimpin langsung prosesi wisuda didampingi para wakil ketua dan ketua program studi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan.
“Hari ini bukan hanya seremonial, tetapi titik awal perjalanan baru. Saya bangga karena STIA-NUSA kembali menghadirkan 141 putra-putri terbaik yang siap bersaing dan berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Muhammad Ikhsan.
Ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini menuntut kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, STIA-NUSA terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat SDM dosen, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha.
“Kami ingin lulusan STIA-NUSA tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kolonel Chk Dr. Irman Putra, S.Fil., S.H., M.H., Ketua Tim Dosen HI STHM, menyampaikan orasi ilmiah berjudul Membangun Potensi Daerah dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus bertumpu pada pembangunan hukum.
“Tanpa hukum yang adil, ekonomi akan pincang. Tanpa hukum yang kuat, investasi tak akan datang,” tegasnya.
Irman Putra menilai Kerinci–Sungaipenuh membutuhkan empat model pembangunan hukum:
- Harmonisasi hukum adat dan hukum positif
- Penguatan lembaga adat sebagai mitra pemerintah
- Peningkatan kapasitas hukum masyarakat
- Penegakan hukum yang humanis
Perwakilan LLDIKTI Wilayah X, Sahril, SH, MH, memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus menjaga integritas dan semangat belajar.
“Hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab baru sebagai intelektual muda. Jadilah generasi yang bekerja dengan hati dan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta para lulusan menggunakan ilmu untuk memajukan daerah dan bangsa, tetap bermimpi, dan memperjuangkannya dengan etika serta profesionalitas.
Walikota Sungaipenuh, Alfin, SH, mengapresiasi STIA-NUSA yang konsisten melahirkan SDM administrasi berkualitas di wilayah Sungaipenuh dan Kerinci. Ia berharap lulusan mampu mengambil peran dalam pembangunan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
“Di era digital ini, kita harus siap berubah, berani, dan terus meningkatkan kualitas diri. Teruslah belajar dan jangan ragu melamar pekerjaan ke luar daerah,” pesan Walikota Alfin.









