Kesehata, Aksarabrita.com // Sakit kepala bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terasa semakin berat ketika muncul terus-menerus tanpa henti. Dalam dunia medis, sakit kepala yang terjadi minimal 15 hari dalam sebulan selama tiga bulan berturut-turut disebut sebagai sakit kepala kronis.
Anda tidak boleh mengabaikan kondisi ini. Sakit kepala berkepanjangan bisa menjadi tanda gangguan
Dokter membagi sakit kepala kronis menjadi dua kelompok utama, yaitu:
- Sakit kepala kronis primer
Jenis ini muncul tanpa adanya penyakit lain yang mendasari. Artinya, sakit kepala menjadi gangguan utama. - Sakit kepala kronis sekunder (non-primer)
Jenis ini terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti infeksi, gangguan pembuluh darah otak, tumor otak, cedera kepala, atau peningkatan tekanan di dalam kepala.
Memahami jenisnya membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat.
Berikut beberapa jenis sakit kepala kronis yang sering dialami:
1. Sakit Kepala Tegang Kronis
Sakit kepala tegang kronis menyebabkan rasa tertekan pada kedua sisi kepala. Intensitas nyerinya ringan hingga sedang. Aktivitas fisik biasanya tidak memperparah kondisi ini. Beberapa orang juga merasakan kulit kepala lebih sensitif saat disentuh.
2. Migrain Kronis
Migrain kronis umumnya terjadi pada penderita migrain sebelumnya. Gejalanya meliputi:
- Nyeri berdenyut pada satu atau dua sisi kepala
- Intensitas sedang hingga berat
- Mual dan muntah
- Sensitif terhadap cahaya dan suara
Aktivitas fisik ringan saja bisa memperparah migrain.
3. Sakit Kepala Baru yang Terjadi Terus-Menerus
Jenis ini muncul secara mendadak dan langsung berlangsung terus-menerus. Penderita merasakan kepala seperti ditekan atau mengencang dengan intensitas ringan hingga sedang. Serangan pertama biasanya berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
4. Hemicrania Continua
Hemicrania continua menyebabkan nyeri pada satu sisi kepala setiap hari. Intensitasnya bisa naik turun. Gejala lain yang mungkin muncul:
- Mata merah atau berair
- Hidung tersumbat atau berair
- Kelopak mata turun
- Pupil membesar
- Tubuh terasa lelah
Pada kondisi tertentu, gejalanya menyerupai migrain.
5. Sakit Kepala Rebound (Akibat Obat)
Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan dapat memicu sakit kepala rebound. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang terlalu sering mengonsumsi obat migrain atau menghentikan obat ergotamine secara tiba-tiba.
6. Sakit Kepala Akibat Peningkatan Tekanan Intrakranial
Tekanan di dalam rongga kepala bisa meningkat akibat tumor, kista, atau penumpukan cairan otak. Kondisi ini menimbulkan:
- Sakit kepala hebat dan tiba-tiba
- Muntah
- Kejang
- Gangguan penglihatan
Biasanya, sakit kepala konstan muncul lebih dulu sebelum gejala berat berkembang.
7. Sindrom Pascatrauma
Cedera kepala dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan. Keluhan ini bisa berlangsung lama setelah trauma terjadi.
8. Sakit Kepala pada Usia Lanjut
Orang berusia di atas 60 tahun lebih berisiko mengalami sakit kepala akibat:
- Glaukoma (tekanan bola mata meningkat)
- Infeksi herpes
- Arteritis sel raksasa
- Faktor psikologis
Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter jika:
- Sakit kepala tidak kunjung membaik
- Nyeri terasa semakin berat
- Muncul gangguan penglihatan atau kejang
- Sakit kepala muncul setelah cedera
Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan CT-scan atau MRI untuk memastikan penyebabnya. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan bekerja sama dengan spesialis saraf atau psikiater.
Sakit kepala terus-menerus tidak hanya menimbulkan nyeri fisik. Kondisi ini juga meningkatkan risiko:
- Gangguan tidur
- Kecemasan
- Depresi
- Gangguan psikologis lainnya
Karena itu, Anda perlu menangani sakit kepala kronis secara menyeluruh, bukan hanya meredakan nyerinya saja.
Sakit kepala terus-menerus bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Berbagai faktor bisa memicu kondisi ini, mulai dari gangguan ringan hingga penyakit serius.
Segera periksakan diri ke dokter jika sakit kepala berlangsung lama atau disertai gejala lain. Penanganan yang tepat akan membantu Anda kembali beraktivitas dengan nyaman dan mencegah komplikasi lebih lanjut. ***









