Home / Kesehatan & Olahraga / Nasioanal / Pemerintah

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:58 WIB

Daftar Penyakit Tidak Ditanggung BPJS, Peserta Wajib Tahu

lustrasi kartu BPJS Kesehatan di tangan pasien  Alt text: Kartu BPJS Kesehatan dan layanan medis

lustrasi kartu BPJS Kesehatan di tangan pasien Alt text: Kartu BPJS Kesehatan dan layanan medis

Jakarta, Aksarabrita.com // BPJS Kesehatan menjadi tulang punggung layanan kesehatan masyarakat Indonesia karena memberikan akses pengobatan dengan biaya terjangkau. Namun, tidak semua penyakit dan tindakan medis masuk dalam cakupan jaminan BPJS.

Mengetahui daftar penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sangat penting agar masyarakat bisa mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Jangan sampai baru menyadarinya saat membutuhkan perawatan, karena hal tersebut dapat menimbulkan beban finansial yang cukup besar.

Lantas, apa saja penyakit yang tidak dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan? Berikut ulasan lengkapnya.

Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki ketentuan ketat terkait layanan medis yang bisa dijamin. Dikutip dari CNBC Indonesia, berikut sejumlah kondisi kesehatan yang tidak menjadi tanggungan BPJS Kesehatan:

1. Penyakit Akibat Kesengajaan

BPJS tidak menanggung biaya pengobatan akibat tindakan yang disengaja, seperti percobaan bunuh diri, tindak kriminal, perkelahian, atau kecelakaan karena mengemudi dalam kondisi mabuk.

2. Perawatan Kecantikan dan Estetika

Tindakan medis yang bertujuan memperbaiki penampilan, seperti operasi plastik, sedot lemak, atau operasi hidung untuk estetika, tidak masuk dalam cakupan BPJS.

3. Infertilitas dan Program Bayi Tabung

Masalah infertilitas serta program bayi tabung tidak ditanggung BPJS. Pasien perlu menyiapkan biaya pribadi atau menggunakan asuransi kesehatan tambahan.

4. Penyakit Akibat Penyalahgunaan Narkoba dan Alkohol

Gangguan kesehatan akibat narkoba dan alkohol, termasuk rehabilitasi pecandu, tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.

5. Pengobatan Eksperimental

Terapi yang masih dalam tahap penelitian atau belum memiliki izin resmi, seperti terapi sel punca (stem cell), tidak ditanggung BPJS.

Baca Juga :  Adik Jusuf Kalla, Jadi Tersangka Kasus Korupsi PLTU 1 Kalbar

6. Penyakit Akibat Bencana atau Epidemi Nasional

Biaya pengobatan akibat bencana alam, wabah, atau pandemi yang ditetapkan sebagai darurat nasional ditanggung melalui skema pemerintah, bukan BPJS. Contohnya saat pandemi COVID-19.

7. Cedera atau Penyakit Akibat Kerja

Cedera kerja menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan atau asuransi perusahaan, bukan BPJS Kesehatan.

8. Komplikasi Pengobatan Alternatif

BPJS tidak menanggung komplikasi akibat pengobatan alternatif yang tidak sesuai standar medis, seperti terapi herbal tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

9. Gangguan Mental Tertentu

Tidak semua gangguan mental dijamin BPJS, terutama yang memerlukan rehabilitasi jangka panjang atau terapi khusus di luar layanan dasar.

10. Perawatan Gigi Estetika

Perawatan gigi untuk tujuan estetika seperti behel, veneer, bleaching, atau pencabutan kosmetik tidak ditanggung. Namun, perawatan dasar seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, dan pencabutan medis tetap ditanggung BPJS.

Selain itu, BPJS juga tidak menanggung:

  • Pelayanan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS
  • Pelayanan yang tidak sesuai prosedur rujukan atau atas permintaan sendiri

Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Meski memiliki batasan, BPJS Kesehatan tetap memberikan perlindungan luas bagi berbagai penyakit. Mengutip Bisnis Indonesia, berikut beberapa penyakit yang ditanggung BPJS:

1. Penyakit Infeksi

Seperti TBC, demam berdarah, malaria, dan ISPA, termasuk rawat inap dan pengobatan sesuai prosedur.

2. Penyakit Kronis

BPJS menanggung diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan penyakit jantung, termasuk kontrol rutin dan obat-obatan.

3. Kanker

Biaya pengobatan kanker, mulai dari kemoterapi hingga operasi, dapat ditanggung BPJS dengan sistem rujukan berjenjang.

Baca Juga :  Tips Bahan Alami Mencerahkan Kulit Permanen

4. Penyakit Pernapasan

Asma, bronkitis, hingga pneumonia termasuk dalam cakupan BPJS, baik rawat jalan maupun rawat inap.

5. Penyakit Jantung

Termasuk pemasangan ring jantung dan operasi bypass, selama mengikuti ketentuan dan rujukan BPJS.

6. Kesehatan Ibu dan Anak

BPJS menanggung persalinan normal maupun caesar, perawatan ibu hamil, serta bayi baru lahir.

7. Operasi Medis

Operasi yang bersifat medis dan mendesak seperti usus buntu, hernia, atau kista berbahaya dijamin oleh BPJS.

Namun perlu dicatat, tidak semua kasus langsung dirujuk ke rumah sakit. Banyak penyakit ditangani terlebih dahulu di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik.

Untuk menutup celah perlindungan BPJS, memiliki asuransi kesehatan tambahan menjadi langkah bijak dalam menjaga kestabilan finansial.

Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah Allianz Flexi Medical Plan, asuransi kesehatan tambahan dengan manfaat yang fleksibel dan komprehensif. Produk ini mencakup biaya rawat inap, pembedahan, penyakit kritis, perawatan darurat, hingga santunan meninggal dunia sesuai plan yang dipilih.

Menariknya, tersedia fitur Flexi Benefit yang dapat digunakan untuk klaim rawat jalan, ekses klaim, atau deductible tanpa tambahan premi. Selain itu, pemegang polis juga mendapat layanan konsultasi dokter online untuk kesehatan mental dan gizi hingga 12 kali per tahun.

Dengan kombinasi BPJS Kesehatan dan asuransi tambahan, masyarakat bisa memperoleh perlindungan kesehatan yang lebih luas serta akses ke layanan medis premium. ***

Share :

Baca Juga

Judi Online Ancam Ekonomi, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar

Hukum & Kriminal

PPATK Bongkar 97 Ribu Aparat Dan 461 Pejabat Terlibat Judi Online
Jantung memompa darah kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh setiap saat. Ketika fungsi jantung menurun, organ-organ lain ikut terdampak. Karena itu, setiap orang perlu menjaga kesehatan jantung sejak dini untuk mendukung kualitas hidup jangka panjang. Dokter menegaskan bahwa gaya hidup sehari-hari sangat menentukan kondisi jantung. Pola makan, aktivitas fisik, waktu istirahat, dan cara mengelola stres berperan besar dalam menjaga fungsi jantung tetap optimal. Terapkan Pola Makan Sehat untuk Jantung Masyarakat dapat menjaga kesehatan jantung dengan memilih makanan yang tepat. Pola makan sehat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang sering memicu penyakit jantung. Sayuran hijau, buah-buahan segar, gandum utuh, ikan, daging tanpa lemak, serta lemak sehat seperti minyak zaitun dan minyak alpukat mendukung kesehatan jantung. Sebaliknya, konsumsi garam, gula, lemak jenuh, dan lemak trans perlu dibatasi karena dapat merusak pembuluh darah. Rutin Berolahraga untuk Lancarkan Aliran Darah Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko penyakit jantung. Olahraga membantu tubuh membakar lemak, menjaga berat badan ideal, serta melancarkan aliran darah. Para ahli menganjurkan olahraga aerobik intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau intensitas tinggi selama 75 menit per minggu. Latihan kekuatan juga perlu dilakukan setidaknya dua kali dalam sepekan. Bagi pemula, olahraga dapat dimulai secara perlahan lalu ditingkatkan secara bertahap. Hentikan Kebiasaan Merokok Merokok merusak pembuluh darah dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung. Perokok aktif menghadapi risiko serangan jantung fatal hingga empat kali lebih tinggi. Paparan asap rokok juga membahayakan perokok pasif. Dengan berhenti merokok, seseorang langsung menurunkan risiko gangguan jantung sejak hari pertama. Cukupi Waktu Tidur dan Kelola Stres Tidur yang cukup membantu jantung bekerja lebih efisien. Kurang tidur meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan depresi yang dapat memicu penyakit jantung. Selain itu, stres yang tidak terkelola mendorong peningkatan tekanan darah. Olahraga, meditasi, yoga, dan aktivitas relaksasi membantu tubuh mengendalikan stres. Jika stres berlangsung lama, konsultasi dengan tenaga kesehatan mental sangat dianjurkan. Lakukan Pemeriksaan Jantung Secara Rutin Pemeriksaan kesehatan rutin membantu dokter mendeteksi gangguan jantung sejak dini. Banyak penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi berkembang tanpa gejala awal. Setiap orang dianjurkan melakukan pemeriksaan jantung setidaknya satu kali dalam setahun. Jika mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, mudah lelah, atau kaki bengkak, segera temui dokter spesialis jantung. MyCardia Eka Hospital Hadirkan Layanan Jantung Terpadu MyCardia Eka Hospital menyediakan layanan jantung terpadu, mulai dari konsultasi hingga penanganan medis komprehensif. Dokter spesialis jantung berpengalaman dan fasilitas medis modern mendukung pelayanan yang optimal bagi pasien. Menjaga kesehatan jantung merupakan investasi jangka panjang. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat menekan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup.

Kesehatan & Olahraga

Cara Menjaga Kesehatan Jantung agar Tetap Sehat dan Optimal
Kejaksaan Agung mengungkap perkembangan baru dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hukum & Kriminal

Uang Korupsi Chromebook Dikembalikan, Siapa Saja yang Bayar?

Nasioanal

Kemensos Coret 7 Juta Penerima Bansos Tak Layak
Foto. ig@imamjunaa

Pemerintah

Azizah Salsha Datang di Rumah Duka Jadi Sorotan
Dok. MENPANRB Menteri PANRB Rini Widyantini menghadiri Konferensi Pers Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi secara daring di Jakarta

Nasioanal

WFH Resmi Berlaku! Mulai 1 April 2026 ASN Kerja dari Rumah

Daerah

Gaji PPPK Paruh Waktu Bersumber dari APBN dan APBD, Minimal Setara UMP
https://www.lintasedukasi.com/pppk/2402293807/aturan-thr-dan-gaji-13-pppk-paruh-waktu-tahun-2026-masih-ngambang-potensi-proporsional

Nasioanal

PP THR 2026 Belum Terbit, PPPK Paruh Waktu Masih Menunggu