Home / Daerah / Kerinci / Nasioanal / Sungai Penuh / Uncategorized

Selasa, 14 Maret 2023 - 21:14 WIB

Surya Manggala Ditemukan Tinggal Tulang dan Kulit

BERITA KERINCI – Harimau sumatera Surya Manggala asal Suaka Satwa Harimau Sumatera Barumun yang dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat ditemukan mati dalam kondisi membusuk. Hampir dua pekan lamanya, kematian Surya baru terendus publik.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, Haidir, membenarkan perihal kematian Surya Manggala yang masih berusia 4 tahun itu. Ia menyebut Surya ditemukan sudah dalam kondisi membusuk oleh timnya di wilayah Renah Kayu Embun, Kabupaten Kerinci.

 “Sudah tinggal kulit dan tulang belulang. Sedangkan dagingnya sudah membusuk,” ujar Haidir, Sabtu (11/03/23).

Surya Manggala adalah harimau sumatera yang lahir dan besar di Suaka Satwa Harimau Sumatera Barumun, Sumatera Utara, lalu dilepasliarkan pada Juni 2022 di TNKS. Induknya, merupakan sepasang harimau korban konflik satwa dan manusia yang berhasil diselamatkan petugas konservasi. Citra Kartini, saudaranya, terlebih dulu dilepasliarkan, namun mati pada 19 Juli 2022, dan kini menyusul kematian Surya.

Baca Juga :  Gaji ke-13 ASN 2026 Belum Pasti, Ini Pernyataan Purbaya

Menurut Haidir, pergerakan Surya selalu dipantau petugas lewat sinyal kalung GPS. Pada 20 Februari, pergerakannya terpantau melambat dan cenderung statis. Petugas mengira Surya sedang mendapatkan satwa mangsa.

Hingga sepekan kemudian, pergerakan Surya masih saja lambat. Posisinya di sekitar lokasi yang sama. Petugas lalu mengecek ke lokasi pada 28 Februari. Surya baru ditemukan esoknya, 1 Maret, sudah dalam kondisi membusuk.

Pihaknya sulit memperkirakan penyebab dari kematian Surya. “Karena sudah membusuk,” katanya. Saat ditemukan, kematian Surya diperkirakan sudah sepekan.

Sebelumnya, harimau Surya ini dilepasliarkan di TNKS pada Juni 2022 lalu bersama harimau lainnya berkelamin betina bernama Citra Kartini. Namun sayangnya, hidup harimau Citra Kartini di TNKS tidak lama. Pada 19 Juli 2022, Citra Kartini ditemukan mati, diduga akibat konflik satwa dan manusia.

Baca Juga :  Pj. Bupati Kerinci Asraf Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke-79 Tahun 2024

Keduanya dilepasliarkan di TNWS untuk menghindari inbreeding atau kawin kerabat yang dapat menurunkan kualitas genetis keturunannya nanti. Karena dua harimau ini bersaudara. Keduanya lahir dari pasangan harimau Gadis dan Monang di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, pada 2018 lalu. Sejak lahir hingga dilepasliarkan keduanya tumbuh bersama induknya di dalam suaka satwa itu. (Jul)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Jadwal PPPK Paruh Waktu, Apakah SK PPPK Paruh Waktu Bisa Digadaikan?
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur Sepekan ke Depan

Nasioanal

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jawa Timur Sepekan ke Depan

Daerah

Pj Bupati Kerinci Asraf Ikuti Pemusnahan Miras di Kejari Sungai Penuh
Profil Dandim Kerinci Yang Baru, Letkol Inf Eko Siswanto

Daerah

Profil Dandim Kerinci Yang Baru, Letkol Inf Eko Siswanto
Tiga Rumah Warga di Kerinci Terbakar Kerugian Capai Ratusan Juta

Daerah

Tiga Rumah di Kerinci Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
Prabowo Dorong Kerja Sama Konservasi Gajah di Inggris

Nasioanal

Prabowo Dorong Kerja Sama Konservasi Gajah di Inggris
Reporter CNN Indonesia, Irine Wardhanie (Dok. SS Video CNN)

Nasioanal

Viral Reporter CNN Indonesia: Tak Kuasa Menahan Tangis di Aceh

Uncategorized

Wako Ahmadi dan Wawako Antos Hadiri Paripurna Istimewa DPRD Kota Sungai Penuh