JAKARTA – Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.I.P., M.H., resmi menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Penugasan ini menandai babak baru perjalanan karier militernya setelah mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang kini mengemban tugas sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Latar Belakang dan Pendidikan Militer
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer Magelang dan lulus pada 1991 dari kecabangan Infanteri.
Setelah lulus, Tandyo melanjutkan pendidikan militer untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan strategi pertahanan. Ia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Latar belakang Infanteri membawanya meniti karier melalui berbagai satuan dan jabatan komando. Pengalaman tersebut membentuk perjalanan pengabdiannya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Rekam Jejak Karier Militer
Tandyo mengawali kariernya dengan menjalankan tugas di satuan tempur. Pada 1995, ia menjabat Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma.
Seiring perjalanan waktu, Tandyo mendapat kepercayaan untuk memimpin satuan dan menjalankan tugas staf. Ia pernah memimpin Yonif Linud 330/Tri Dharma dan Brigif Linud 17/Kujang I pada 2011–2012.
Pada 2014, ia menjabat Asisten Operasi Kasdam VII/Wirabuana. Setahun kemudian, ia memimpin Rindam IX/Udayana.
Tandyo kemudian memperluas pengalamannya melalui sejumlah jabatan di Kementerian Pertahanan. Ia menjabat Direktur Bela Negara pada 2018–2019, Direktur Kerja Sama Pertahanan pada 2019–2021, serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan pada 2021–2023.
Kariernya berlanjut ketika ia memimpin Kodam IV/Diponegoro pada 2023–2024. Setelah itu, ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada 2024–2025.
Dari Wakil Panglima TNI Menjadi Kasad
Presiden Prabowo Subianto melantik Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI pada 10 Agustus 2025. Pengangkatan tersebut menjadi catatan penting karena jabatan Wakil Panglima TNI kembali terisi setelah hampir 25 tahun kosong.
Sebagai Wakil Panglima TNI, Tandyo membantu memperkuat koordinasi dan pelaksanaan tugas di lingkungan TNI. Pengalaman itu menambah rekam jejak kepemimpinannya sebelum menerima amanah baru sebagai Kasad.
Pada Kamis (15/10/2026), Presiden Prabowo melantik Tandyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat melalui Keputusan Presiden Nomor 106/TNI/Tahun 2026.
Sebagai pimpinan tertinggi TNI AD, Tandyo bertanggung jawab membina kekuatan, meningkatkan kesiapan prajurit, serta mengembangkan organisasi Angkatan Darat.
Amanah Baru Memimpin TNI AD
Sebagai Kasad, Tandyo menghadapi tanggung jawab besar untuk menjaga profesionalisme prajurit, memperkuat kesiapan satuan, dan mendukung tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga perlu mendorong penguatan organisasi dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi tantangan pertahanan yang terus berkembang.
Keluarga Besar Pengadilan Militer IV-18 Kendari turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita atas jabatan barunya sebagai Kasad.
Keluarga besar tersebut berharap Tandyo senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, bimbingan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah negara. Mereka juga berharap kepemimpinannya membawa kelancaran dalam pelaksanaan tugas serta memperkuat pengabdian TNI AD untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. (**)




















