JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Provinsi Jambi. Hingga 18 Oktober 2026, kebakaran telah melalap 4.852,75 hektare lahan sejak awal tahun.
Kabupaten Batanghari mencatat luas kebakaran terbesar, yakni 1.376 hektare. Selanjutnya, Sarolangun mencatat 958 hektare dan Tanjung Jabung Barat mencapai 674 hektare.
Selain membakar lahan, karhutla juga memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah. Data pukul 08.00 WIB menunjukkan angka kualitas udara Kabupaten Tebo mencapai 315 atau masuk kategori berbahaya.
Kabupaten Muaro Jambi mencatat angka 259, Tanjung Jabung Timur 250, dan Kota Jambi 238. Ketiga wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Hotspot Jambi Capai 15.918 Titik
Titik panas atau hotspot juga terus menjadi perhatian. Pada 17 Oktober 2026, petugas mencatat 43 titik panas di Provinsi Jambi.
Secara kumulatif, jumlah hotspot sepanjang 2026 mencapai 15.918 titik. Kondisi ini menuntut langkah penanganan yang serius dan kerja sama semua pihak untuk mencegah kebakaran meluas.
Kasus ISPA Tembus 7.291
Kabut asap meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat. Pada pekan ke-40, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 7.291 kasus.
Kota Jambi mencatat kasus terbanyak, yakni 1.742 kasus. Masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Gunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Aparat Tangani 91 Kasus Karhutla
Aparat menangani 91 kasus terkait karhutla dan menetapkan 18 orang sebagai tersangka.
Langkah penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya mencegah pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga perlu mendukung upaya tersebut dengan tidak menggunakan api saat membuka lahan.
Tim Gabungan Gencarkan Pemadaman
Tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni terus memadamkan api di sejumlah lokasi. Petugas melakukan pemadaman darat, patroli udara, hingga operasi water bombing untuk menjangkau titik kebakaran.
Gubernur Jambi juga turun langsung ke lokasi kebakaran di Kabupaten Muaro Jambi untuk meninjau penanganan karhutla.
Pemerintah bersama petugas terus berupaya mengendalikan kebakaran dan menekan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Warga juga perlu segera melaporkan kebakaran kepada petugas agar tim dapat mengambil tindakan lebih cepat.
Mari bersama menjaga lingkungan dan kesehatan dengan menghentikan pembakaran hutan dan lahan.
Sumber: Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi, 18 Oktober 2026.




















