Aksarabrita.com – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menjatuhkan dua sanksi kepada Indonesia buntut insiden diskriminatif dalam laga melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Menurut Arya, FIFA telah mengirimkan surat resmi kepada PSSI yang berisi dua jenis hukuman, yakni denda sebesar 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp400 juta, serta pengurangan jumlah penonton sebanyak 15 persen untuk laga kandang Indonesia berikutnya melawan China pada ajang kualifikasi Piala Dunia.
“Sekitar menit 80-an, ada 200 sampai 300 suporter yang dianggap meneriakkan slogan bernada xenofobia atau ujaran kebencian terhadap tim Bahrain,” jelas Arya, Sabtu (11/5/25).
Tindakan itu dinilai melanggar regulasi FIFA terkait prinsip anti-diskriminasi dalam sepak bola, sehingga sanksi dijatuhkan sebagai bentuk peringatan keras terhadap pelanggaran serupa.
Namun demikian, FIFA masih memberikan peluang keringanan. Kuota 15 persen penonton yang dikurangi itu bisa tetap diisi dengan syarat hanya oleh komunitas anti-diskriminasi, serta stadion harus dilengkapi dengan spanduk bertema anti-diskriminasi selama pertandingan berlangsung.
PSSI menyatakan akan menindaklanjuti keputusan ini dan berharap suporter bisa lebih bijak dalam mendukung tim nasional. “Ini jadi pelajaran penting agar kita semua, khususnya suporter, tetap menjaga semangat fair play dan menghargai siapa pun lawan di lapangan,” tambah Arya.
Pertandingan melawan China dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di GBK. PSSI dan panitia pelaksana kini tengah menyiapkan langkah-langkah untuk mematuhi ketentuan FIFA tersebut.(***)







