Home / Daerah / Sungai Penuh

Minggu, 15 Juni 2025 - 23:31 WIB

Inspektorat Sungai Penuh Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pelayang Raya Selama Tiga Tahun

Inspektorat Sungai Penuh Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pelayang Raya Selama Tiga Tahun

Inspektorat Sungai Penuh Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pelayang Raya Selama Tiga Tahun

BERITA SUNGAI PENUH // Penggunaan Dana Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, diduga bermasalah. Dalam audit rutin selama tiga tahun terakhir, Inspektorat menemukan sejumlah penyimpangan.

Temuan itu mencakup tahun anggaran 2021, 2022, dan 2023. Inspektur Kota Sungai Penuh, Wira Utama, menyebutkan bahwa hasil audit menunjukkan adanya penggunaan dana yang tidak sesuai aturan.

“Audit reguler dari tahun 2021 sampai 2023 itu pasti ada temuan. Dan temuan tersebut wajib dikembalikan,” ujar Wira, Sabtu (14/6/2025).

Menurut Wira, pihak desa sudah mengembalikan sebagian dana yang menjadi temuan. Namun, masih ada sebagian yang belum dituntaskan.

“Sebagian besar sudah dikembalikan, tapi ada yang belum. Tetap wajib dikembalikan semuanya,” tegasnya.

Baca Juga :  APDESI Kota Sungai Penuh Siap Bersinergi dengan Pemkot Tekan Kemiskinan

Inspektorat saat ini sedang menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Wira menyatakan proses ini sedang dipercepat agar bisa segera ditindaklanjuti secara hukum.

“LHP sedang berproses, dan kami juga mengejar supaya cepat selesai,” jelasnya.

Setelah LHP diserahkan, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh disebut akan memanggil Kepala Desa Pelayang Raya untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan ini akan mengungkap apakah masalah ini hanya sebatas kesalahan administrasi atau ada unsur korupsi dana desa.

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa dana desa yang semestinya untuk program pertanian dan pelatihan masyarakat malah diduga bocor ke kantong pribadi.

Sejumlah aktivis dan LSM juga telah mendesak Kejaksaan agar menindak tegas kasus ini. Terutama terkait penggunaan anggaran desa yang nilainya mencapai hampir setengah miliar rupiah.

Baca Juga :  Bupati Hurmin Lantik Mulyadi, Fokus Majukan Desa Siliwangi

Salah satu yang disorot adalah dugaan penyimpangan dana pelatihan sebesar Rp 226 juta. Dana tersebut dinilai tidak jelas penggunaannya dan perlu diperiksa lebih lanjut.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum. Apakah kasus ini akan dibuka terang-terangan atau justru tenggelam seperti kasus-kasus sebelumnya?

Satu hal yang pasti, kebenaran harus diungkap. Siapapun yang terbukti menyelewengkan dana desa harus bertanggung jawab di depan hukum.

cek berita sebelumnya https://ebrita.com/read/24013/rp-226-juta-dana-pelatihan-anak-dan-masyarakat-pelayang-raya-perlu-diusut/

Share :

Baca Juga

Wali Kota Alfin Perkuat SPIP Bersama BPKP Jambi

Daerah

Wali Kota Alfin Perkuat SPIP Bersama BPKP Jambi

Daerah

Bupati Kerinci Hadiri Kenduri SKO di Desa Sungai Gelampeh

Batang Hari

Cek Jadwal Timnas Indonesia di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 
DPRD Sungai Penuh Sahkan KUA-PPAS 2026

Daerah

DPRD Sungai Penuh Sahkan KUA-PPAS 2026 APBD untuk Rakyat
Viral! Pendaki Tantang Maut di Kawah Kerinci, TNKS Selidiki

Kerinci

Viral! Pendaki Nekat Rebahan di Bibir Kawah Kerinci
Pemkab Sarolangun Tinjau Banjir dan Beri Bantuan

Daerah

Pemkab Sarolangun Gercep Tangani Banjir Bandang, Bantuan Disalurkan
Pemuda di Kerinci Dihadang 15 Orang, Dipukul dan Motor Raib

Daerah

Pemuda di Kerinci Dihadang 15 Orang, Dipukul dan Motor Raib

Batang Hari

Kabar Baik MenPAN-RB, Tegaskan Pemda Selesaikan PPPK Oktober