BERITA PESISIR // Komunitas Biker Kopi Sakarek asal Sungai Penuh menggelar perjalanan turing menuju Pantai Labuang Baruak, Sumatera Barat. Perjalanan panjang ini mereka isi dengan kebersamaan, semangat persaudaraan, dan tentu saja secangkir kopi sakarek yang selalu menjadi identitas komunitas.Setiba di lokasi, para biker berhenti di pondok kecil tepi pantai. Suasana semakin hangat ketika kopi sakarek diseduh, aroma khasnya berpadu dengan hembusan angin laut. Sambil menyeruput kopi, mereka berbincang mengenai keindahan alam sekaligus cerita rakyat yang melekat di kawasan itu.

Pantai Labuang Baruak tak hanya menyuguhkan panorama laut, tetapi juga menyimpan legenda. Konon, Batu Baruak dan Batu Naga merupakan jelmaan sepasang kekasih yang cintanya tak direstui. Ombak yang menghantam batu diyakini sebagai suara ratapan, sementara Batu Naga dipercaya menjaga laut agar tetap tenang.
Dalam perjalanan menuju Labuang Baruak, biker kopi sakarek juga sempat singgah di beberapa destinasi menarik. Mulai dari hamparan sawah hijau di Pesisir Selatan, panorama perbukitan yang memanjakan mata, hingga rumah-rumah tradisional yang menyimpan cerita adat Minangkabau. Setiap pemberhentian menjadi momen berbagi kopi, cerita, dan tawa di antara sesama biker.
Malam itu, para biker merasakan nuansa mistis saat berdiri di antara batu karang. Keesokan paginya, mereka kembali menyeruput kopi sakarek sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Sungai Penuh. Bagi mereka, turing kali ini bukan hanya tentang perjalanan, tapi juga penghormatan pada alam, destinasi wisata, dan warisan cerita leluhur.







