BERITA NASIONAL // Jumlah korban meninggal akibat ambruknya bangunan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Minggu pagi, (5/10/2025), tercatat sebanyak 36 orang meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penambahan korban meninggal terjadi setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 11 jenazah antara pukul 00.36 WIB hingga 06.30 WIB hari Minggu.
“Saat ini, jumlah korban meninggal menjadi 36 orang, ditambah satu bagian tubuh manusia yang ditemukan pada Sabtu. Namun bagian tubuh tersebut belum dihitung sebagai penambahan korban jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima.
Proses evakuasi bangunan mushala yang runtuh telah mencapai sekitar 60 persen. Sebagian besar reruntuhan di sektor A4, yang menjadi titik pusat kejadian, sudah mulai disingkirkan. Mushala tersebut merupakan tempat para santri melaksanakan shalat Ashar saat musibah terjadi pada Senin lalu.
Seluruh jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Tim SAR bersama berbagai unsur, seperti Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, PMI, Baznas, Tagana, serta relawan dan dukungan dari pemerintah daerah, terus memaksimalkan upaya evakuasi dan pencarian korban.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Pemerintah serta instansi terkait berkomitmen untuk memberikan bantuan maksimal dan memastikan proses identifikasi serta penanganan berjalan dengan baik.









