Isi Berita:
Berita Kerinci // Bupati Kerinci menyambangi Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kerinci, Jambi, yang menjadi korban dugaan penganiayaan di Malaysia. Korban bernama Ida (47), warga Desa Koto Lebuh Tinggi, Kecamatan Siulak, kini tengah menjalani perawatan di kampung halaman setelah mengalami luka-luka serius akibat perlakuan kejam majikannya.
Ida sebelumnya bekerja di Penang, Malaysia. Ia menderita sejumlah luka, termasuk bekas setrika di kepala. Kondisi korban semakin memprihatinkan karena kerap mengalami gangguan ingatan dan kesulitan beraktivitas.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan korban berjalan sambil tertidur, diduga akibat tidak diberi waktu istirahat oleh majikan. Video tersebut menuai simpati luas dari masyarakat dan mendorong perhatian pemerintah daerah.
Bupati Kerinci dalam kunjungannya menyatakan keprihatinan mendalam dan memastikan pemerintah daerah akan memberikan pendampingan penuh, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan medis dan hukum.
“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu korban mendapatkan hak dan perlindungan yang layak. Kami juga akan menjalin komunikasi dengan pihak KBRI di Malaysia terkait proses hukum,” ujar Bupati.
Hingga kini, pihak keluarga berharap ada keadilan dan perlindungan hukum bagi korban, serta agar kasus serupa tidak terulang pada pekerja migran lainnya.


















