Semarang, Aksarabrita.com // Kematian Dwinanda Linchia Levi, dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, membuka fakta baru yang memicu pertanyaan besar bagi keluarga. Salah satunya adalah keberadaan AKBP B, oknum polisi yang menjadi orang pertama mengetahui korban meninggal.
Ketua Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang, Jansen Henry Kurniawan, mengungkap bahwa AKBP B memiliki jabatan di Ditsamapta Polda Jateng.
“Dia yang mengabarkan kematian korban kepada pihak hotel, Polsek Gajahmungkur, dan tim Inafis Polrestabes Semarang,” kata Jansen.
Yang membuat keluarga semakin curiga, AKBP B ternyata tercatat satu Kartu Keluarga (KK) dengan korban—sesuatu yang selama ini tidak pernah diketahui pihak keluarga.
“Adik saya sempat menanyakan alamat korban. Saat dicek, nama korban dan AKBP B ada dalam KK yang sama,” jelas TW, kerabat korban.
Menurut keluarga, korban pernah dipindahkan ke KK AKBP B untuk mengurus perpindahan KTP ke Semarang. Namun, keluarga mempertanyakan kenapa polisi tersebut tidak hadir saat proses autopsi.
“Kalau memang saudara, seharusnya dia datang. Tapi sampai sore tidak muncul,” tambah TW.
Keluarga dan rekan korban mengungkap bahwa sebelum meninggal, korban sempat menceritakan kedekatannya dengan seorang anggota polisi kepada beberapa teman.
Polda Jateng memastikan akan mengawasi penuh jalannya penyelidikan. “Jika ditemukan pelanggaran, kami tindak sesuai aturan,” ujar Jansen menirukan pernyataan pihak kepolisian.
Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasoir membenarkan adanya hubungan korban dengan AKBP B namun enggan menjelaskan lebih jauh. “Silakan ditanyakan ke Propam,” katanya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena juga mengonfirmasi keberadaan polisi tersebut di lokasi kejadian. Pihaknya telah meminta keterangan dan tengah memeriksa bukti berupa rekaman CCTV.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui keterkaitan AKBP B dengan peristiwa ini. Sementara itu, keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian korban yang selama ini dikenal pendiam dan tidak memiliki riwayat penyakit serius.








