JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jambi. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Jambi, Kamis (21/5/2026).
Polda Jambi memusnahkan 20 kilogram sabu, 20.237 butir ekstasi, dan 1.970 cartridge etomidate hasil pengungkapan sejumlah kasus narkotika di Jambi.
Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, unsur TNI, Badan Narkotika Nasional, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah lembaga penegak hukum turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Polda Jambi juga menggelar deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba melalui penandatanganan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
Al Haris menegaskan perang melawan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak. Menurutnya, keluarga menjadi benteng utama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Tidak boleh ada ruang untuk narkoba di mana saja. Benteng terakhir kita itu keluarga. Kalau keluarga kuat, maka penyalahgunaan narkoba bisa ditekan,” ujar Al Haris.
Pemerintah Provinsi Jambi mendorong langkah pencegahan melalui pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pemprov Jambi juga merencanakan pembangunan panti rehabilitasi narkoba pada 2027.
“Nanti kita coba rencanakan tahun 2027 membangun panti rehabilitasi. Selain direhabilitasi, mereka juga bisa diberikan edukasi dan kegiatan pertanian,” katanya.
Al Haris menilai pusat rehabilitasi penting untuk membantu pengguna narkoba pulih dan kembali produktif. Ia juga mengajak keluarga, sekolah, lingkungan, dan tokoh agama ikut menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Ia turut mengapresiasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi atas keberhasilan mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar.
“Saya apresiasi Pak Kapolda, Dirnarkoba dan seluruh jajaran. Mudah-mudahan dengan komitmen bersama, tingkat pemakai dan pengedar narkoba di Jambi semakin berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar mengingatkan masyarakat terhadap maraknya peredaran etomidate yang kini digunakan dalam cairan vape ilegal.
“Etomidate ini menjadi tren baru dalam cairan vape ilegal dan harus kita waspadai bersama,” tegasnya.(Tim)




















