Hukum Kurban bagi yang Mampu dalam Islam

Foto Ilustrasi Daging Kurban

Foto Ilustrasi Daging Kurban

Aksarabrita.com- Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Hukum berkurban bagi yang mampu menjadi pembahasan utama dalam fiqih kurban, dengan perbedaan pendapat di kalangan ulama.

1. Hukum Kurban bagi yang Mampu: Sunnah Muakkada

Mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, berpendapat bahwa kurban bagi yang mampu hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Artinya, tidak berdosa jika ditinggalkan, tetapi sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi mereka yang mampu secara finansial.

Dalilnya antara lain hadits Rasulullah SAW:

“Aku diperintahkan untuk menyembelih kurban, dan ia sunnah bagi kalian.” (HR. Tirmidzi)”

Baca Juga :  Wako Alfin Perjuangkan Tata Batas Hutan di Kementerian LH

2. Pendapat Wajib bagi yang Mampu (Mazhab Hanafi)

Sebaliknya, mazhab Hanafi berpendapat bahwa kurban hukumnya wajib bagi yang mampu. Seseorang dianggap mampu jika memiliki harta lebih dari kebutuhan pokok pada hari-hari tersebut (seperti halnya nisab zakat).

3. Kriteria Mampu Berkurban Seseorang dianggap mampu berkurban jika:

Memiliki kelebihan harta pada hari Idul Adha dan tiga hari setelahnya.

Mampu membeli hewan kurban tanpa meminjam atau memberatkan diri secara berlebihan.

Tidak sedang dalam kondisi kesulitan finansial atau memiliki tanggungan yang lebih prioritas.

Bagi umat Islam yang mampu, ibadah kurban adalah amalan agung yang sangat dianjurkan sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Meskipun mayoritas ulama tidak mewajibkannya, meninggalkannya bagi yang mampu dianggap sebagai kehilangan kesempatan besar untuk meraih pahala dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  PPPK Guru Madrasah Swasta 2026 Kembali Jadi Sorotan

Share :

Baca Juga

Ini Penyebab Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa

Daerah

Ini Penyebab Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa
Izin Perkebunan Terbit Otomatis, Pemkab Merangin Ingatkan Ancaman Limbah dan Karhutla

Daerah

Izin Perkebunan Terbit Otomatis, Pemkab Merangin Ingatkan Ancaman Limbah dan Karhutla
Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan desa yang modern dan berbasis teknologi. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan

Daerah

Perkuat Pelayanan Cepat dan Transparan untuk Masyarakat, Pemkab Kerinci Teken Komitmen Bersama Digitalisasi Desa 2026
DPRD Kota Sungai Penuh membahas target PAD 2026 bersama Bapenda dan OPD.

Daerah

Target PAD 2026 Dibahas Serius, DPRD Sungai Penuh Cari Strategi Tingkatkan Pendapatan
Menteri PANRB) Rini Widyantini. (Foto: Humas MENPANRB

Pemerintah

630 Ribu Guru Madrasah Gagal Jadi PPPK, Ditolak MenPANRB
Purbaya Tegaskan Pemerintah Tak Akan Berantas Rokok Ilegal

Nasioanal

Purbaya Tegaskan Pemerintah Tak Akan Berantas Rokok Ilegal
Distribusi Air Wilayah Sungai Penuh Terhenti Ini Penjelasannya

Daerah

Distribusi Air Wilayah Sungai Penuh Terhenti, Ini Penjelasannya

Daerah

Kementerian Koperasi Buka Rekrutmen PMO KDKMP 2025