Home / Religi

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:25 WIB

Terbebas dari Belenggu Kapitalisme, Menjemput Kebangkitan Islam

Sumber: Abidzar Shah

Sumber: Abidzar Shah

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيْدًا ۙ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di atas mimbar yang mulia ini, khatib mengajak diri pribadi dan jamaah sekalian untuk merenungi keadaan umat hari ini. Dunia semakin maju, bangunan semakin tinggi, teknologi semakin canggih, tetapi hati manusia justru semakin kosong. Manusia berlomba mencari harta, tetapi kehilangan ketenangan. Manusia mengejar dunia tanpa henti, tetapi lupa arah pulangnya menuju akhirat.

Kita hidup di zaman ketika harga manusia sering diukur dengan uangnya. Orang miskin dipandang rendah, orang kaya dipuja berlebihan. Banyak manusia rela kehilangan agama demi jabatan, rela kehilangan kehormatan demi keuntungan, bahkan rela menjual prinsip demi dunia yang sementara.

Inilah belenggu kapitalisme yang perlahan mengikat hati manusia. Sistem yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama, hingga manusia lupa bahwa hidup ini bukan sekadar tentang memiliki, tetapi tentang mengabdi kepada Allah SWT.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Islam tidak melarang manusia kaya. Islam tidak melarang perdagangan dan usaha. Bahkan Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang mulia. Namun Islam mengajarkan bahwa harta hanyalah alat, bukan tujuan hidup.

Ketika harta menjadi tuhan kedua dalam hati manusia, di situlah kehancuran dimulai.

Lihatlah hari ini…
Banyak anak kehilangan perhatian karena orang tua terlalu sibuk mengejar dunia.
Banyak persaudaraan hancur karena rebutan warisan.
Banyak manusia tersenyum di media sosial, tetapi menangis diam-diam di tengah malam karena hidupnya jauh dari Allah.

Allah SWT berfirman:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2)

Baca Juga :  Mobil Ayla Terbakar Saat Mengisi BBM, Pemilik Alami Luka Bakar

Ayat ini seakan menampar hati manusia modern. Manusia sibuk mengumpulkan dunia, sampai lupa bahwa suatu hari semua akan ditinggalkan. Rumah mewah akan ditinggal. Rekening akan ditinggal. Kendaraan akan ditinggal. Yang ikut hanyalah amal saleh dan dosa-dosa.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kapitalisme yang paling berbahaya bukan hanya yang menguasai pasar, tetapi yang menguasai hati. Ketika manusia merasa dirinya berharga hanya karena hartanya, maka ia akan mudah sombong. Ketika manusia merasa hidupnya hanya tentang keuntungan, maka ia akan mudah menzalimi orang lain.

Karena itu Islam datang membawa cahaya keadilan dan kasih sayang. Islam mengajarkan zakat agar orang kaya peduli kepada yang miskin. Islam mengajarkan sedekah agar hati manusia tidak diperbudak dunia. Islam mengajarkan qana’ah agar manusia tahu arti cukup.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلٰكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Artinya: “Kekayaan itu bukanlah banyaknya harta, tetapi kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa banyak orang hartanya sedikit tetapi hidupnya tenang. Dan betapa banyak orang hartanya melimpah tetapi hatinya gelisah seperti dikejar bayang-bayang dunia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kebangkitan Islam bukan dimulai dari megahnya bangunan, bukan pula dari ramainya slogan. Kebangkitan Islam dimulai ketika hati umat kembali tunduk kepada Allah.

Ketika shalat kembali dijaga.
Ketika Al-Qur’an kembali dibaca dengan air mata.
Ketika pemuda lebih bangga dengan akhlaknya daripada penampilannya.
Ketika para pedagang takut menipu karena merasa diawasi Allah.
Ketika orang kaya senang berbagi, dan orang miskin tetap menjaga harga diri.

Itulah kebangkitan Islam yang sejati.

Kebangkitan yang melahirkan manusia-manusia yang kuat imannya, lembut hatinya, jujur lisannya, dan bersih tangannya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Hari ini umat Islam tidak kekurangan jumlah, tetapi kekurangan keteladanan. Tidak kekurangan masjid, tetapi kekurangan hati yang hidup. Tidak kekurangan ilmu, tetapi kekurangan amal.

Maka mari kita mulai kebangkitan itu dari diri sendiri.

Bangkitkan shalat malam kita.
Bangkitkan kepedulian kepada fakir miskin.
Bangkitkan semangat menuntut ilmu.
Bangkitkan akhlak mulia dalam keluarga.
Dan bangkitkan keyakinan bahwa kemuliaan sejati hanya ada dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Semeru Level Awas, Tiga Desa Terdampak

Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Jangan sampai dunia yang kecil ini membuat kita lupa kepada akhirat yang abadi. Jangan sampai kita sibuk menghias rumah, tetapi lupa menghias hati. Jangan sampai kita bekerja siang malam demi dunia, tetapi miskin amal ketika berdiri di hadapan Allah nanti.

Semoga Allah membebaskan hati kita dari cinta dunia yang berlebihan, menjadikan kita umat yang kuat iman, kuat persaudaraan, dan diberi kemuliaan dengan Islam.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَنَا، وَاجْعَلْ قُلُوْبَنَا مُتَعَلِّقَةً بِكَ وَبِكِتَابِكَ وَبِسُنَّةِ نَبِيِّكَ

اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

sumber: Abidz Shah

Share :

Baca Juga

Nasioanal

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Bandara Schipol
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Tepat Sasaran di Bogor

Nasioanal

Mensos Tegaskan Bansos Presiden Prabowo Tepat Sasaran

Daerah

BKN Perpanjang Waktu Pengisian Dokumen PPPK Paruh Waktu 2024
Bocah 4 Tahun Meninggal diistana Balom

Daerah

Tragedi di Lapangan Merdeka: Bocah 4 Tahun Meninggal dalam Istana Balon

Batang Hari

Bersih dari KKN, Kopdes Merah Putih Wajib Tanpa Hubungan Keluarga

Daerah

Hadiri Rapat Konsolidasi DPD, Fajran: DPC Demokrat Sungai Penuh Siap Jalankan Amanat Partai

Nasioanal

Kemenag Rilis Modul Pendidikan Reproduksi Remaja Islam
Al Haris Tinjau Persiapan Operasi Bedah Jantung Pertama di Jambi

Daerah

Al Haris Tinjau Persiapan Operasi Bedah Jantung Pertama di Jambi