Home / Daerah / Kerinci / Sungai Penuh

Sabtu, 5 Juli 2025 - 14:34 WIB

Malemang Warnai Kenduri Sko,  Pelestarian Budaya Leluhur Masyarakat Kumun Debai

Malemang Warnai Kenduri Sko,  Pelestarian Budaya Leluhur Masyarakat Kumun Debai

Malemang Warnai Kenduri Sko,  Pelestarian Budaya Leluhur Masyarakat Kumun Debai

BERITA SUNGAI PENUH //  Dalam upaya melestarikan tradisi warisan nenek moyang, masyarakat Kumun Debai menggelar tradisi melemang sebagai bagian dari rangkaian acara Kenduri Sko Depati IV, yang dilaksanakan lima tahun sekali. Acara ini berlangsung pada Jumat dan Sabtu (4–5 Juli 2025) di halaman rumah-rumah warga di wilayah adat Depati IV Kumun Debai.

Kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat kekeluargaan, dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum ibu, pemuda, dan anak batino.

Tradisi melemang merupakan proses memasak lemang – makanan khas berbahan dasar beras ketan dan santan kelapa yang dibakar dalam batang bambu. Namun, bagi masyarakat Kumun Debai, melemang bukan sekadar memasak, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan keberkahan dalam adat istiadat.

Baca Juga :  TP-PKK Kota Sungai Penuh Gelar Bazar dan Pasar Murah, Catat Jadwalnya!

“Melemang bukan hanya soal memasak lemang, tapi lebih dari itu, ini bentuk penghormatan kepada tradisi, leluhur, dan juga lambang persatuan dalam satu suku Depati IV Kumun Debai,” ujar Ntino Raffi.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari. Kaum ibu dan gadis sibuk menyiapkan bahan-bahan lemang, sementara pemuda membantu mengumpulkan bambu dan menyiapkan api pembakaran. Suasana penuh tawa, petuah adat, dan lantunan doa menjadi ciri khas kegiatan ini.

Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat adat Kumun Debai.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Depati IV Kumun Debai, Barnis Dpt, menegaskan pentingnya menjaga tradisi melemang agar tidak hilang ditelan zaman.

Baca Juga :  Kode Redeem PUBG 13 April 2026 Terbaru: Klaim Hadiah Gratis!

“Kenduri Sko tanpa Melemang ibarat tubuh tanpa nyawa. Lemang adalah simbol adat dan keharmonisan hidup berkeluarga. Tradisi ini harus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda,” ujarnya tegas.

Ratusan lemang yang telah matang akan disantap bersama dalam puncak acara Kenduri Sko pada Minggu, 6 Juli 2025. Acara ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Gubernur Jambi, Al Haris, para tokoh adat, perantau Kumun Debai, serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Kumun Debai membuktikan bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih sangat kuat mengakar. Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, semangat menjaga adat tetap menyala melalui tradisi melemang.

Share :

Baca Juga

Pimpin Pembahasan APBD 2025, Hutri Randa Tekankan Akuntabilitas Anggaran

Daerah

Pimpin Pembahasan APBD 2025, Hutri Randa Tekankan Akuntabilitas Anggaran
Gunardi Dampingi Wako Promosikan Budaya Kerinci di APEKSI XVIII

Daerah

Gunardi Dampingi Wako Promosikan Budaya Sungai Penuh di APEKSI XVIII
Laga PS Semurup vs SSB Song Song Barat resmi diulang

Daerah

Bupati Cup Kerinci Duel Semurup vs SS Barat Kembali Diulang
Bupati Anwar Sadat menghadiri pelantikan DPD Tani Merdeka

Daerah

Tani Merdeka Dilantik Anwar Sadat, Serukan Petani Berdaulat
Pemkab Tanjab Barat melepas 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Lubuk Bernai

Daerah

Cegah Pencemaran Sungai, Pemkab Tanjab Barat Lepas 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan

Daerah

Mahar Yang dilarang Dalam Pernikahan Islam
Wako Alfin meminta ASN Sungai Penuh aktif menyebarkan informasi pemerintah melalui media sosial

Daerah

Wako Alfin Minta ASN Aktif Sebarkan Informasi Pemerintah di Medsos
Izin Perkebunan Terbit Otomatis, Pemkab Merangin Ingatkan Ancaman Limbah dan Karhutla

Daerah

Izin Perkebunan Terbit Otomatis, Pemkab Merangin Ingatkan Ancaman Limbah dan Karhutla