Aksarabrita.com – Pemerintah mempercepat program pendidikan gratis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas program tersebut. Presiden mengarahkan pemerintah untuk menjalankan pendidikan gratis di sekolah negeri mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Pemerintah mencatat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia. Program ini menyasar akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan program kuliah gratis di perguruan tinggi negeri.
Dalam 2–4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana pembebasan biaya kuliah. Rencana tersebut mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal.
Pemerintah menyiapkan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Pemerintah juga memperkuat perhatian terhadap pondok pesantren.
Melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026, pemerintah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
Direktorat Jenderal Pesantren menangani urusan pesantren secara khusus. Pemerintah menyiapkan lembaga ini untuk memperkuat pembinaan dan dukungan terhadap pendidikan pesantren.
Pemerintah terus mendorong perluasan akses pendidikan. Program pendidikan gratis, rencana kuliah gratis, dan penguatan pendidikan pesantren menjadi bagian dari langkah pemerintah membangun sistem pendidikan nasional yang lebih luas. **




















